Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Maret 2015

Lima Pantai Wisata Di Indonesia Yang Belum Terjamah Oleh Wisatawan






Pantai-pantai Indah Di Indonesia Yang Belum Terjamah Oleh Wisatawan







--------

   Tempat wisata yang ada di Indonesia tidak hanya terbatas pada Bali, Danau Toba, Lombok, Raja Ampat, Candi Borobudur atau Pulau Komodo saja gan .
Sebenarnya masih ada banyak sekali tempat-tempat di Indonesia yang begitu indah dan belum banyak diketahui
Mengunjungi tempat wisata yang masih belum diketahui oleh banyak orang tentu akan menjadi pengalaman tersendiri yang sangat mengasyikkan
Ingin tahu apa saja tempat wisata di Indonesia yang belum terjamah? Simak thread berikut ini.




----------
Just For Fun ... klik Open


--------

1. Pulau Pari di Kepulauan Seribu







Pulau Pari ini merupakan salah satu pulau di kepulauan seribu yang masih belum banyak diketahui oleh para pengunjung. Dinamakan pulau Pari karena bentuk pulaunya yang mirip seperti ikan Pari. Di pulau ini ditawarkan keindahan pantai dan juga pemandangan hutan yang masih asri dan alami. Di pantai ini pengunjung bisa menikmati indahnya struktur pesisir pantai yang berkelak-kelok dengan pasir putih yang sangat lembut. Selain itu pantai pengunjung juga disuguhi hutan bakau yang indah di sepanjang bibir pantai.

2. Pantai Madasari Cimerak Jawa Barat







Pantai Madasari memiliki pantai landai yang dihiasi oleh batu-batu karang yang unik, pulau-pulau kecil, dan hijaunya datan masawah. Dengan keindahan pantainya yang begitu mempesona dan masih banyak orang yang belum mengenal membuat Pantai Mandasari menjadi tempat wisata di Indonesia yang belum terjamah. Tempat wisata ini terletak di desa Meswaha Kecamatan Ci Merak Jawa Barat. Dari tempat wisata Green Canyon berjarak kurang lebih 20 km di sebelah Selatan.

3. Pantai Sowan di Tuban Jawa Timur 



Pantai yang berlokasi di Tuban Jawa Timur ini tak kalah menarik untuk dikunjungi. Anda akan disuguhi pemandangan laut yang begitu indah serta puluhan pohon klampis yang berderet di pinggir pantai. Pantai ini begitu sejuk sehingga cocok untuk berlama-lama memandangi pantai Sowan sambil duduk di tepi pantai atau menikmati wisata kuliner. Di kawasan pantai ini juga disediakan arena bagi pengunjung yang suka berkemah.

4. Pantai Pulau Merah di Banyuwangi



Terletak di kaki gunung Pintu kabupaten Banyuwangi, Pantai Pulau Merah menawarkan keindahan pantai dan juga ombak yang cocok untuk berselancar. Karena letak Banyuwangi yang berada di ujung paling timur pulau Jawa menjadikannya spot menarik untuk bisa menikmati indahnya matahari terbit. Di kawasan pantai ini juga bisa ditemui etnis Osing dimana penduduknya berbicara menggunakan bahasa Jawa kuno dan merupakan etnis yang perkembangannya paling canggih pada zaman dahulu kala. Dengan keindahan alam dan budaya, sayang sekali jika Pantai Pulau Merah masih menjadi tempat wisata di Indonesia yang belum terjamah.

5. Goa Jomblang di Bantul Yogyakarta




Nama Goa Jomlang mungkin belum banyak dikenal oleh banyak orang. Terletak di daerah gunung kidul Jogjakarta, gua ini menawarkan keindahan stalakmit dan stalaktit unik. Ditambah lagi dengan adanya sinar matahari yang memasuki gua sehingga menimbulkan pembiasan cahaya yang indah. Banyak orang yang menyebutnya sebagai cahaya surga. Bentuk goa yang unik seperti runtuhan perut bumi ini disebabkan karena adanya proses geologi dan vegetasi yang runtuh ke perut bumi ribuan tahun silam. Tempat wisata ini masuk daftar tempat wisata di Indonesia yang belum terjamah karena memang baru dibuka beberapa tahun yang lalu. Walaupun belum banyak wiastawan yang tahu, pada tahun 2011 lalu Goa Jomlang juga pernah digunakan sebagai objek penelitian bernama Amazing Race Amerika.


gimana gan udah ada yang pernah kesana?
kalo udah ada yang pernah kesana boleh posting disini biar bisa di taro di pekiwan gan!

Sumber Artikel  (wisatapedia.web.id)
Sumber Gambar  (www.google.com)



tambahan :sumber asli http://www.kaskus.co.id/thread/54ebe157bdcb173b488b4575/?utm_source=twitter&utm_medium=social&utm_content=kaskus_hotthread_noimage&utm_campaign=regularpromo

Bila anda akan meng-copy atau memperbanyak bahasan artikel ini,
seyogyanya anda tetap mencantumkan sumber pada Sumber asli dan bahan tulisan di atas.

Demikian artikel tentang Lima Pantai Wisata Di Indonesia Yang Belum Terjamah Oleh Wisatawan
Semoga bisa menjadi hiburan dan terutama menambah wawasan anda ...

I Hope you like the post. Stay connected for more...


Edit; wawansurya
Sumber utama bahasan;
http://wawansurya.de.vu
http://wawansurya.tk
http://wawansurya.infos.st
http://wwbisnis.blogspot.com
www.affiliate-waones.com
http://waones-sbm.blogspot.com
http://mitra-sbm.blogspot.com

Terima kasih sudah Mau Berkunjung Keblog Ini .. bila ada yang tidak berkenan .... Comment aja ... yah!!!

merchant 
Search Engine
»»  READ MORE ...

Rabu, 25 Desember 2013

Makna Sedekah dan Kunci Amalannya Bisa Diterima






KeIhklasan Bersedekah – walau sedikit sekalipun
Agar Sedekah bisa Diterima, Ini Kuncinya




                                                                                 بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Bersedekah tak terbatas jumlahnya, walau sedikit sekalipun.

Kekuatan sedekah sangat dahsyat. Ibadah ringan ini sekilas memang sederhana dan mungkin sepele di mata orang. Tetapi, sentuhan sedekah begitu menakjubkan. Sedekah, seperti penegasan Umar bin Khatab, akan menghapuskan dosa kecil yang dilakukan. Aktivitas berbagi ini pula pahalanya akan dilipatgandakan. Ini seperti yang ditegaskan di surah al-Baqarah ayat 261.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS al-Baqarah [2]: 261).

Dan, ingatlah sedekah pada hakikatnya tidak akan mengikis kekayaan. Malah tiap harinya, sebagaimana penegasan hadis Abu Hurairah Hurairah, bahwa malaikat akan mendoakan bagi para pesedekah agar harta mereka bertambah berkah dan melimpah.

Bersedekah bukan sebatas aktivitas memindah tangankan harta kepada orang lain, lalu selesailah urusan. Sedekah memiliki nilai dan filosofi yang dalam. Termasuk soal bagaimana aktivitas bersedekah sukses dan diterima oleh Allah SWT.

Atas dasar inilah perlu menyusun strategi agar sedekah membawa berkah dan bernilai ibadah. Tak cuma berisikan kegiatan memberi dan menerima. Supaya sedekah kian berkah, seperti diungkapkan oleh Syekh Imad Hasan Abu al-Ainaini dalam esainya berjudul “Jumal Mukhtasharat fi Fawaid wa Adab as-Shadaqat”, ada rententan hal yang penting diperhatikan.

Maka pertama kali, kata Syekh Imad, tekankan niat dan motif bersedekah. Sedekah bukan untuk mencari kepentingan duniawi, melainkan bersedekah untuk mendapatkan rida Ilahi. Keikhlasan bisa menentukan diterima atau tidaknya amal sedekah seseorang.

Karena itu, bila Anda bersedekah, jangan menyertainya dengan mengumbar-umbar atau mengungkit-ungkit sedekah yang Anda berikan. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” (QS al-Baqarah [2]: 264). Bila sedekah disertai riya, misalnya, maka seketika itu pula akan menggugurkan pahala bersedekah. Laksana air yang menyapu bersih pasir di atas bebatuan.

Pastikan, harta yang Anda gunakan untuk bersedekah bagi sesama berasal dari sumber yang halal. Sedekah tidak akan diterima bila diperoleh dari cara dan jalan yang haram. Sekalipun niatnya baik untuk membantu sesama, tetapi cara negatif yang ditempuh tidak bisa dibenarkan. Hadis riwayat Muslim menyebutkan, Allah SWT Mahasuci dan hanya akan menerima apa pun yang suci pula.

Bila terbesit sedekah, jangan ditunda-tunda. Tak ada bisa memastikan nasib dan kondisi keuangan seseorang pada kemudian hari. Bisa jadi, hari ini Anda diberi kecukupun, tetapi kondisi ini bisa berubah dalam sekejap. Peluang emas itu janganlah disia-siakan.

Di riwayat Bukhari Muslim, Rasulullah menyerukan agar menyegarakan sedekah saat muncul keinginan. Akan datang suatu masa, saat tak satu pun orang siap menerima sedekah. Yang tersisa hanyalah ucapan, seandainya sedekah itu diberikan kemarin, pasti akan diterima. Sementara sekarang, tak lagi diperlukan, sabda Nabi SAW.

Ibnu Bathal mengatakan, kebaikan sebaiknya disegerakan. Pasalnya, halangan akan datang tiap waktu, tanpa terduga. Kematian tak akan menunggu siap atau tidakkah seseorang. Dengan menyegerakan sedekah, akan sangat membantu para dhuafa, menjauhkan sifat kikir, menghapus dosa, dan mendekatkan rida-Nya.

Bersedekahlah, meski hanya dengan sebutir kurma, sabda Rasul dalam hadis riwayat Bukhari Muslim. Tak harus menunggu Anda kaya untuk bersedekah harta. Seberapa pun jumlah harta yang Anda miliki maka seyogianya kesempatan meraup pahala dari sedekah, masih terbuka lebar.

Dan terakhir kali, untuk menekan potensi riya saat bersedekah sunat maka usahakan bersedekah tanpa publikasi apa pun dan jauh dari penglihatan publik. Publikasi sedekah sunat rentan dengan unsur riya yang bisa menghapus pahala bersedekah.

Maka, bila Anda lakukan hal itu, persiapkan diri Anda menjadi satu dari ketujuh golongan yang akan mendapatkan perlindungan Allah pada hari kiamat, ketika tak pertolongan apa pun kecuali dari-Nya. Karena, tangan kanan Anda telah bersedekah sementara tangan sebelah kiri tidak mendeteksi aktivitas mulia tersebut.

----------------------
Demikianlah tulisan Islami mengenai Makna Sedekah dan Kunci Amalannya Bisa Diterima, semoga artikel atau tulisan diatas dapat bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda, dan pada akhirnya ... semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan membawa keberkahan bagi saya khususnya dan pembaca semua pada umumnya , dan semoga Allah SWT melindungi kita semua dari hal-hal yang buruk, dan semoga kita selalu diberi berkah kesehatan oleh-Nya ,,,, Aamiin.


                                                                                      الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ    
                                                                              وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sumber dan bahan tulisan;
Nashih Nashrullah - Heri Ruslan
(Dipfals-berbagai sumber)

Edit; wawansurya
Sumber ;
http://wawansurya.de.vu
http://wawansurya.tk
http://wawansurya.infos.st
http://wwbisnis.blogspot.com
www.affiliate-waones.com
http://waones-sbm.blogspot.com
http://mitra-sbm.blogspot.com
Terima kasih sudah Mau Berkunjung Keblog Ini .. bila ada yang tidak berkenan .... Comment aja ... yah!!!

merchant 
Search Engine

»»  READ MORE ...

Rabu, 06 November 2013

Memetik Hikmah dan Pelajaran Dari Kisah Sebatang Kayu






Hikmah Pembelajaran Dari Sebatang Kayu





                                                                                 بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Tanda-tanda kiamat semakin banyak, semakin dekat. Sementara kebanyakan manusia lalai dari hari yang pasti mereka temui. Kisah ini terjadi di zaman dahulu di kalangan Bani Israil. Diceritakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya, agar menjadi ibrah bagi mereka yang berakal.

Keutamaan Tauhid
Segala sesuatu yang kita lakukan tidak lepas dari ikatan tauhid. Karena hidup kita di dunia hanya punya satu tujuan luhur, yaitu mengabdi (beribadah) hanya kepada Allah (Tauhidullah). Inilah yang Allah Ta’ala firmankan,
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
Sehingga apapun aktivitas kita, hendaknya bernilai ibadah di sisi Allah, meski hanya sekadar interaksi dengan sesama.
Allah Ta’ala juga berfirman,
“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya’.” (Al-An’am: 162-163)

Begitu agung nilai tauhid dalam kehidupan manusia, seandainya mereka mau mengerti. Tapi kebanyakan kita seolah-olah tidak ingin mengerti, merasa tauhid itu gampang. Subhanallah.

Seandainya benar yang mereka katakan, tentulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamtidak berjuang dengan sekuat tenaga, menjaga dan menutup semua pintu yang dapat merusak tauhid pada umatnya. Perhatikanlah, hingga saat-saat beliau di atas ranjang kematian, tak henti-hentinya beliau mengingatkan perkara tauhid ini.
‘Aisyah radhiallahu ‘anha menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda dalam sakit yang membawa ajalnya,

لَعَنَ اللهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ. -لَوْلَا ذَلِكَ أُبْرِزَ قَبْرُهُ غَيْرَ أَنَّهُ خَشِيَ أَنْ يُتَّخَذَ مَسْجِدًا
“Semoga Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nashara, mereka telah menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai masjid”, kalau tidak demikian, tentulah ditampakkan kuburan beliau, hanya saja dikhawatirkan kuburan itu dijadikan masjid.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Menjadikan kuburan sebagai masjid, yakni sebagai tempat ibadah; shalat dan berdoa di kuburan tersebut, dalam keadaan menyangka bahwa ibadah di kuburan lebih utama daripada di tempat lain. Perbuatan seperti inilah yang dahulu menjerumuskan kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam kepada penyembahan berhala. Wallahul Musta’an.

Di antara faidah dan keutamaan tauhid yang ingin kami ungkapkan di sini ialah bahwasanya tauhid itu memudahkan pemiliknya untuk melakukan berbagai kebaikan, meninggalkan kemungkaran dan menghiburnya ketika dia mengalami musibah.

Seseorang yang ikhlas dalam beriman dan bertauhid karena Allah Ta’ala, tentu mudah baginya melakukan setiap bentuk ketaatan, karena dia mengharap keridhaan Allah Ta’aladan pahala-Nya. Ringan pula baginya meninggalkan segala macam kemaksiatan, karena rasa takutnya kepada Allah dan siksa-Nya. [Al-Qaulus Sadid, Asy-Syaikh As Sa'di rahimahullah, hal. 17]

Ketika tauhid itu berakar kuat lagi sempurna dalam sanubari seorang hamba, maka Allah jadikan dia cinta kepada iman dan semua konsekuensinya. Allah jadikan indah dalam pandangannya keimanan tersebut. Allah Ta’ala tumbuhkan kebencian pada dirinya terhadap kekafiran dengan segala bentuknya, demikian pula berbagai kemaksiatan. Allah akan menjadikannya sebagai bagian dari orang-orang yang lurus (mendapat petunjuk).

Dengan kokohnya tauhid dalam diri seseorang, semakin besar pula sikap ta’zhim(pengagungan) nya kepada Allah Ta’ala. Dia akan segera menjalankan perintah Allah Ta’ala, segera pula menjauhi larangan-Nya. Sehingga jangan tanya tentang hak yang harus ditunaikannya, atau kewajiban lain yang mesti dijalankannya. Semua itu tentu akan segera dan sempurna dia laksanakan.

Seorang hamba yang jujur kepada Allah Ta’ala tentu hanya mencari ridha Rabb-nya semata, di manapun dia berada. Dia tidak akan mengharapkan pujian, ketenaran, dan harta dunia lainnya. Dia hanya mengharap ridha Allah Ta’ala. Kejujuran iman dan tauhid seorang manusia akan mendorongnya untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak. Hal ini sebagai bentuk ketaatan dan ta’zhim-nya kepada Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (An-Nisa`: 58)

Ayat ini umum, berlaku untuk para pemegang tampuk kekuasaan atau wewenang, maupun orang biasa, dalam semua hal. [Secara ringkas, dari Tafsir Al-Qurthubi]

Ketika hati dipenuhi rasa ta’zhim (pengagungan) kepada Allah Ta’ala, pemiliknya tentu bersegera menunaikan hak yang ditanggungnya dan berusaha sungguh-sungguh memenuhinya.

Kisah Sebatang Kayu
Salah satu gambaran yang dapat dijadikan pelajaran adalah apa yang diceritakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang dua orang Bani Israil di zaman dahulu. Kisah ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari secara mu’allaq dalam Shahih-nya dan Al-Imam Ahmad dalam Musnad-nya dari hadits Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَنَّهُ ذَكَرَ رَجُلاً مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ سَأَلَ بَعْضَ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْ يُسْلِفَهُ أَلْفَ دِينَارٍ، فَقَالَ :ائْتِنِي بِالشُّهَدَاءِ أُشْهِدُهُمْ. فَقَالَ: كَفَى بِاللهِ شَهِيدًا. قَالَ: فَأْتِنِي بِالْكَفِيلِ. قَالَ: كَفَى بِاللهِ كَفِيلاً. قَالَ: صَدَقْتَ. فَدَفَعَهَا إِلَيْهِ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَخَرَجَ فِي الْبَحْرِ فَقَضَى حَاجَتَهُ ثُمَّ الْتَمَسَ مَرْكَبًا يَرْكَبُهَا يَقْدَمُ عَلَيْهِ لِلْأَجَلِ الَّذِي أَجَّلَهُ فَلَمْ يَجِدْ مَرْكَبًا، فَأَخَذَ خَشَبَةً فَنَقَرَهَا فَأَدْخَلَ فِيهَا أَلْفَ دِينَارٍ وَصَحِيفَةً مِنْهُ إِلَى صَاحِبِهِ ثُمَّ زَجَّجَ مَوْضِعَهَا ثُمَّ أَتَى بِهَا إِلَى الْبَحْرِ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ أَنِّي كُنْتُ تَسَلَّفْتُ فُلَانًا أَلْفَ دِينَارٍ فَسَأَلَنِي كَفِيلاً فَقُلْتُ كَفَى بِاللهِ كَفِيلاً، فَرَضِيَ بِكَ وَسَأَلَنِي شَهِيدًا فَقُلْتُ كَفَى بِاللهِ شَهِيدًا فَرَضِيَ بِكَ، وَأَنِّي جَهَدْتُ أَنْ أَجِدَ مَرْكَبًا أَبْعَثُ إِلَيْهِ الَّذِي لَهُ فَلَمْ أَقْدِرْ وَإِنِّي أَسْتَوْدِعُكَهَا. فَرَمَى بِهَا فِي الْبَحْرِ حَتَّى وَلَجَتْ فِيهِ ثُمَّ انْصَرَفَ وَهُوَ فِي ذَلِكَ يَلْتَمِسُ مَرْكَبًا يَخْرُجُ إِلَى بَلَدِهِ. فَخَرَجَ الرَّجُلُ الَّذِي كَانَ أَسْلَفَهُ يَنْظُرُ لَعَلَّ مَرْكَبًا قَدْ جَاءَ بِمَالِهِ فَإِذَا بِالْخَشَبَةِ الَّتِي فِيهَا الْمَالُ فَأَخَذَهَا لِأَهْلِهِ حَطَبًا، فَلَمَّا نَشَرَهَا وَجَدَ الْمَالَ وَالصَّحِيفَةَ ثُمَّ قَدِمَ الَّذِي كَانَ أَسْلَفَهُ، فَأَتَى بِاْلأَلْفِ دِينَارٍ فَقَالَ: وَاللهِ، مَا زِلْتُ جَاهِدًا فِي طَلَبِ مَرْكَبٍ لِآتِيَكَ بِمَالِكَ فَمَا وَجَدْتُ مَرْكَبًا قَبْلَ الَّذِي أَتَيْتُ فِيهِ. قَالَ: هَلْ كُنْتَ بَعَثْتَ إِلَيَّ بِشَيْءٍ؟ قَالَ: أُخْبِرُكَ أَنِّي لَمْ أَجِدْ مَرْكَبًا قَبْلَ الَّذِي جِئْتُ فِيهِ. قَالَ: فَإِنَّ اللهَ قَدْ أَدَّى عَنْكَ الَّذِي بَعَثْتَ فِي الْخَشَبَةِ فَانْصَرِفْ بِاْلأَلْفِ الدِّينَارِ رَاشِدًا

Beliau (shallallahu ‘alaihi wa sallam) menyebut-nyebut seorang laki-laki Bani Israil yang meminta kepada seseorang dari Bani Israil lainnya agar meminjaminya seribu dinar. Maka berkatalah si pemilik uang, “Datangkan saksi untukku, agar aku persaksikan kepada mereka.”
Laki-laki yang meminjam itu berkata, “Cukuplah Allah sebagai saksi.”
Si pemilik uang berkata lagi, “Berikan untukku yang menjamin.”
Orang yang meminjam berkata, “Cukuplah Allah sebagai Penjamin.”
Si pemilik uang pun berkata, “Engkau benar.” Lalu dia menyerahkan uang itu sampai waktu yang telah ditentukan.

Kemudian, si peminjam berlayar dan menyelesaikan urusannya. Setelah itu dia mencari angkutan yang akan membawanya kepada temannya karena waktu yang telah ditentukan. Namun, dia tidak mendapatkannya. Akhirnya dia mengambil sebatang kayu lalu melubanginya dan memasukkan seribu dinar itu ke dalamnya disertai sehelai surat kepada sahabatnya.

Kemudian dia perbaiki pecahan lubang, lalu dibawanya kayu itu ke laut. Diapun berdoa, “Ya Allah. Sesungguhnya Engkau tahu bahwa aku pernah meminjam dari si Fulan seribu dinar, lalu dia minta jaminan, maka aku katakan, ‘Cukuplah Allah sebagai Penjamin’ dan diapun ridha Engkau sebagai Penjamin. Diapun minta kepadaku saksi, lalu aku katakan: ‘Cukuplah Allah sebagai saksi’, dan diapun meridhainya.

Sesungguhnya aku sudah berusaha sungguh-sungguh mencari kendaraan menyerahkan hak ini kepadanya, namun aku tidak kuasa. Dan saya titipkan uang ini kepada Engkau.”
Si laki-laki itu melemparkan kayu itu hingga masuk ke laut. Kemudian dia pulang dalam keadaan tetap mencari kendaraan untuk menuju negeri sahabatnya.

Sementara orang yang meminjamkan uang itu keluar menunggu-nunggu, barangkali ada kendaraan yang membawa hartanya. Ternyata dia hanya menemukan sepotong kayu yang di dalamnya ada harta. Diapun mengambil kayu itu sebagai kayu bakar keluarganya. Setelah dia menggergaji kayu itu, dia dapatkan harta dan sehelai surat.

Kemudian, datanglah orang yang dahulu dipinjaminya uang. Orang itu datang membawa seribu dinar. Dia berkata, “Demi Allah, saya selalu berusaha mencari kendaraan untuk menemui engkau dengan membawa hartamu ini. Tapi saya tidak mendapatkan satu kendaraanpun sebelum saya datang ini.”
Si pemilik uang berkata, “Apakah engkau pernah mengirimi saya sesuatu?”
Kata si peminjam itu, “Saya terangkan kepadamu, bahwa saya tidak menemukan kendaraan sebelum saya datang ini.”

Laki-laki pemilik uang itu berkata lagi, “Sesungguhnya Allah telah menunaikan hutangmu, (dengan) harta yang engkau kirimkan dalam sebatang kayu. Silakan kembali dengan seribu dinar itu dengan selamat.”
Perhatikanlah kata-kata si peminjam. Dengan penuh keyakinan dia mengatakan, “Cukuplah Allah sebagai saksi.” Seolah-olah dia hendak mengingatkan saudaranya, bukankah tidak ada satupun yang tersembunyi bagi Allah? Dia Mahatahu segala sesuatu yang tampak maupun yang tersembunyi. Maha Menyaksikan segala sesuatu. Dia Menyaksikan keadaan dan perbuatan kita.

Kemudian, simaklah apa yang dikatakan si pemilik uang? Sangsikah dia?
Tidak. Dengan tegas pula dia menerima. Seolah-olah dia hendak menyatakan, bahwa dia menerima Allah sebagai saksi, tapi, “Berikan untukku yang menjamin”, yang akan menjamin harta ini, kalau engkau tidak datang melunasinya.

Laki-laki yang hatinya dipenuhi ta’zhim kepada Allah itu dengan keyakinan penuh kembali mengatakan, “Cukuplah Allah sebagai Penjamin”, seakan dia ingin mengingatkan kembali saudaranya: tidak cukupkah bagimu Allah Rabb semesta alam, Yang Menguasai langit dan bumi sebagai Penjamin bagiku?
Pemilik harta yang hatinya juga berisi ta’zhim kepada Allah Ta’ala ini spontan menerima.

Kemudian diapun menyerahkan seribu dinar yang diinginkan saudaranya sampai pada waktu yang telah disepakati.
Setelah itu, berangkatlah laki-laki yang meminjam ini berlayar, memenuhi kebutuhannya. Ketika tiba waktu yang dijanjikan, diapun mencari kapal untuk menemui saudaranya, demi memenuhi janjinya. Sekian lama mencari, dia tak kunjung mendapatkan kapal yang membawanya ke negeri saudaranya.
Waktu semakin dekat, angkutan kapal belum juga dia dapatkan. Putus asakah dia, lalu meminta uzur? Ternyata tidak, dia tetap berusaha.

Kesungguhannya untuk menunaikan amanah, dilihat oleh Allah. Sehingga Allah Ta’alakirimkan kepadanya sepotong kayu yang hanyut dibawa gelombang. Melihat kayu itu, dia segera mengambilnya dan melubanginya. Kemudian seribu dinar milik saudaranya, dia masukkan ke dalam kayu itu disertai sepucuk surat, lalu dia perbaiki.

Kemudian, dia bersimpuh, berbisik di hadapan Rabbnya Yang Mahatahu lagi Maha Mendengar, “Ya Allah. Sesungguhnya Engkau tahu bahwa aku pernah meminjam dari si Fulan seribu dinar, lalu dia minta penjamin, maka aku katakan, ‘Cukuplah Allah sebagai Penjamin’ dan diapun ridha Engkau sebagai Penjamin. Diapun minta kepadaku saksi, lalu aku katakan, ‘Cukuplah Allah sebagai saksi’, dan diapun meridhainya. Sesungguhnya aku sudah berusaha sungguh-sungguh mencari kapal menyerahkan hak ini kepadanya, namun aku tidak kuasa. Dan saya titipkan uang ini kepada Engkau.”

Setelah selesai, kayu itu dilemparkannya kembali ke laut. Kayupun hanyut bersama gelombang.
Perhatikanlah doa dan apa yang dilakukannya. Betapa tebal keyakinan dan kepercayaannya kepada Allah Ta’ala. Salah satu buah dari tauhid yang sempurna.

Kemudian, apakah dia berpangku tangan, merasa sudah cukup dengan tindakan itu? Belum. Dia tetap berusaha mencari kapal. Ingin berangkat sendiri menemui saudaranya guna melunasi pinjamannya.
Mengapa dia lakukan demikian? Tidak lain, karena khawatir dia menodai kemuliaan Allah yang telah dia jadikan sebagai saksi dan Penjamin.

Sementara sahabatnya, yang dipinjami, menunggu kedatangannya. Di tepi pantai dia melihat ke laut lepas, mudah-mudahan ada kapal yang datang ke daerahnya. Harap-harap cemas muncul. Ternyata tak ada satupun kapal yang berlabuh. Tapi dia tidak berburuk sangka kepada saudaranya. Mereka telah sepakat Allah menjadi Saksi dan Penjamin.

Ketika dia mendekat ke pantai, dia melihat sepotong kayu hanyut ke tepi tempat dia berdiri. Diapun memungut kayu itu dan membawanya pulang untuk jadi kayu bakar bagi keluarganya.
Begitu tiba di rumah, dia memotong kayu itu. Ternyata di dalamnya dia lihat uang seribu dinar dan sepucuk surat. Kiranya uang itulah yang ditunggunya, dan surat itu adalah pengganti saudaranya yang tak kunjung hadir.

Tak lama, datanglah saudaranya yang meminjam uang seribu dinar, dalam keadaan membawa seribu dinar lainnya sebagai ganti, khawatir kalau-kalau uang itu belum sampai di tangan saudaranya. Ketika dia bermaksud menyerahkan seribu dinar itu, saudaranya yang meminjamkan harta itu bertanya, “Apakah engkau pernah mengirimi saya sesuatu?” Laki-laki yang meminjam itu berkata, “Saya terangkan kepadamu, bahwa saya tidak menemukan kendaraan sebelum saya datang ini.”

Kata si pemilik harta, “Sesungguhnya Allah telah menunaikan hutangmu, (dengan) harta yang engkau kirimkan dalam sebatang kayu. Silakan kembali, dengan seribu dinar itu dengan selamat.”
Sebuah kisah yang menakjubkan. Betapa tidak. Di saat kebanyakan manusia lupa dengan amanah yang dipikulnya, menelantarkan hak yang wajib ditunaikannya, kisah ini menjadi pelajaran sekaligus peringatan bagi orang-orang yang mau memperbaiki dirinya.

Alangkah langkanya amanah ini di zaman kita.
Seandainya dikatakan kepada diri kita atau orang lain, “Lakukanlah seperti ini”, sebagai upaya menunjukkan kesungguhan dalam menunaikan amanah, mungkin kita akan sama membantah: “Apa kamu kira saya gila, meletakkan uang dalam lubang kayu, lalu dihanyutkan ke laut? Apalagi seribu dinar?” [Hitungan kurs sekarang mungkin ratusan juta rupiah. Wallahu a'lam.]
Mengapa?
Karena lemahnya keyakinan dalam hati kita, begitu pula iman dalam jiwa kita, sehingga penyandaran kepada materi dan hal-hal yang bersifat riil (nyata, tertangkap panca indera) lebih dominan dalam diri kita daripada kepada hal-hal yang bersifat ghaib. Padahal sebetulnya, keimanan terhadap yang ghaib adalah batasan yang tegas dan pembeda antara keimanan seorang muslim dengan keimanan seorang yang kafir.

Di antara faidah hadits ini:
1. Ilmu tentang Tauhidullah, di mana kedua lelaki ini sama-sama mengetahui Tauhidullahsehingga mendorong keduanya naik ke derajat paling tinggi dalam Ilmu Tauhid, yaituma’rifatullah Ta’ala (pengenalan terhadap Allah) melalui nama dan sifat-Nya. Si peminjam berkata, “Cukuplah Allah sebagai saksi… cukuplah Allah sebagai Penjamin.”

2. Lelaki yang mengatakan, “Cukuplah Allah sebagai saksi… cukuplah Allah sebagai Penjamin.” adalah orang yang shalih. Artinya dia seorang yang ikhlas kepada Allah, mengikuti ajaran Nabi-Nya dalam menaati Allah Ta’ala. Begitu pula dengan si pemilik harta, dia ridha dengan ganjaran dan pahala dari Allah, merasa puas dengan kesaksian Allah dan jaminan-Nya.

3. Khasy-yah (rasa takut) kepada Allah Ta’ala dan ma’rifat yang sempurna tentang AllahTa’ala mendorong lelaki shalih yang meminjam harta ini memikirkan jalan, bagaimana caranya harta itu sampai di tangan saudaranya karena janji yang telah disepakati.

4. Rasa puasnya dengan tawakal kepada Allah Ta’ala, sementara hal ini sulit ditemukan pada kebanyakan manusia pada hari ini karena lemahnya iman dan jahilnya mereka tentang nama dan sifat Allah Ta’ala.

5. Allah sendiri yang memelihara batang kayu itu, karena laki-laki shalih tersebut beramal dengan ucapan para Nabi, “Jagalah Allah, niscaya Dia pasti menjagamu.”

6. Namun demikian, laki-laki shalih ini tetap menjalankan sebab dengan membawa seribu dinar lain untuk sahabatnya.

7. Dalam hutang piutang dan pinjam meminjam, saksi dan jaminan termasuk hal-hal yang disyariatkan.

8. Wajibnya melunasi pinjaman, menepati janji dan tidak menunda-nunda (bila mampu).

Mudah-mudahan kisah singkat ini, menjadi cermin dan teladan bagi orang-orang yang ingin hidupnya berbahagia.Wallahul Muwaffiq.


Demikianlah tulisan Islami mengenai Memetik Hikmah dan Pelajaran Dari Kisah Sebatang Kayu, semoga artikel atau tulisan diatas dapat bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda, dan pada akhirnya ... semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan membawa keberkahan bagi saya khususnya dan pembaca semua pada umumnya , dan semoga Allah SWT melindungi kita semua dari hal-hal yang buruk, dan semoga kita selalu diberi berkah kesehatan oleh-Nya ,,,, Aamiin.


                                                                                      الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ    
                                                                              وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Disadur dari:
Memetik Pelajaran Dari Kisah Sebatang Kayu
Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits

Edit; wawansurya
Sumber ;
http://wawansurya.de.vu
http://wawansurya.tk
http://wawansurya.infos.st
http://wwbisnis.blogspot.com
www.affiliate-waones.com
http://waones-sbm.blogspot.com
http://mitra-sbm.blogspot.com
Terima kasih sudah Mau Berkunjung Keblog Ini .. bila ada yang tidak berkenan .... Comment aja ... yah!!!

merchant 
Search Engine

»»  READ MORE ...

Minggu, 13 Oktober 2013

Hebatnya Apabila Bisa Menjadi Presiden Republik Indonesia?






Menjadi Presiden RI, pasti wueenaakk ...!!!





Keinginan menjadi seorang Presiden adalah kebanyakan jawaban dari cita-cita yang ditanyakan kepada seorang anak kecil yang masih sekolah TK, sangat jarang sekali bahkan hampir tidak pernah kita mendengar seorang remaja apabila ditanya tentang cita-citanya menjawab ingin menjadi seorang Presiden. Mereka pada umumnya menjawab hal yang sifatnya pekerjaan profesi keahlian seperti ingin menjadi dokter, Insinyur, Guru, bahkan banyak yang berkeinginan menjadi Pengusaha Sukses.

Memang untuk menjadi seorang Presiden adalah salah satu keinginan dan cita-cita yang tidak bisa dicapai oleh kebanyakan orang pada satu negara pada saat yang bersamaan. Sungguh ironi dan sangat tidak mungkin apabila dalam satu negara ada 100 presiden yang dilantik. Jangankan sampai 100 pada saat yang bersamaan, ada 2 orang Presiden pun dalam satu negara pasti akan menimbulkan pertikaian dan pastinya kondisi negara tersebut tidak akan berjalan baik dalam sisi pemerintahan.


Seperti mengutip tulisan yang pernah saya share pada artikel sebelumnya yang berjudul >>>
Apakah Anda Presiden Indonesia Berikutnya, So what?

Anda adalah presiden Indonesia berikutnya? Mengapa tidak, bukankah setiap warga negara Indonesia berhak menjadi Presiden negeri kita tercinta ini. So?

Menjadi Presiden di Indonesia adalah menjadi kepala negara sekaligus kepala pemerintahan Indonesia. Sebagai kepala negara yang juga disebut sebagai orang nomor satu di Indonesia. Presiden adalah simbol resmi negara Indonesia di dunia. Sebagai kepala pemerintahan, Presiden dibantu oleh wakil presiden dan menteri-menteri dalam kabinet, memegang kekuasaan eksekutif untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah sehari-hari. Presiden (dan Wakil Presiden) menjabat selama 5 tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama untuk satu kali masa jabatan. Ia digaji sekitar 60 juta per bulan.

Tentu sangat menarik membayangkan hal tersebut, bisa menjadi orang nomor satu dari 325 jutaan jiwa penduduk negeri ini, betapa sangat membanggakan.

Tetapi bukan hanya itu saja, masih banyak lagi hal yang lebih bisa menjadi kebanggaan dan sangat menyenangkan lainnya apabila bisa menjadi Presiden di Republik Indonesia.

Berikut dibawah ini adalah beberapa gambaran yang menurut saya betapa sangat membanggakan dan sangat menyenangkannya apabila bisa menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Dalam hal in saya mengangkat semua unsur baik dan buruk ketika menjadi seorang yang bisa menjadi orang nomor satu di Negara Republik yang namanya Indonesia;

1. Seolah bisa menjadi sebagai Presiden yang membawahi 34 Negara



Mengapa tidak, ketika anda bisa menjadi seorang presiden RI, betapa begitu luasnya daerah kekuasaan yang menjadi wewenang dibawah anda. Indonesia (laut dan darat) yang memiliki luas 5.193.250 km2, dan dengan adanya 34 propinsi yang bisa disebut satu propinsinya saja hampir setara bahkan bisa melebihi luasnya sebuah negara yang ada disebelah negara kita.

Sebagai contoh jangankan dengan sebuah propinsi di Indonesia seperti Daerah khusus Papua yang memiliki Luas: 309.934,40 km2, kita ambil contoh saja sebuah propinsi yang memiliki rata-rata luasnya seperti Daerah khusus Aceh dengan Luas: 57.365,09 km2 atau Jawa Barat yang Luasnya: 35.244,91 km2, bandingkan luasnya dengan negara tetangga seperti dengan Timor Leste yang luasnya hanya 14.874 km2, Singapura dengan luas 697 km2, atau Brunei Darussalam dengan luas 5.770 km2.

Atau kita bisa bandingkan dengan negara-negara yang ada di Eropa, seperti Denmark (43.094km2), Belanda (41.526 km2), Swiss dengan luas 41.290 km2, atau Belgia yang hanya memiliki luas 32.545 km2.

Jika anda kurang yakin dengan perbandingan diatas, anda dapat melihat sumbernya dalam artikel dibawah ini
- Daftar negara di Dunia Menurut Luas Wilayah
- Daftar Provinsi di Indonesia Beserta Luas Wilayahnya

Belum lagi jika dibandingkan dengan negara-negara yang kecil dan unik
yang memiliki luas wilayahnya hanya sebesar satu kelurahan saja yang ada di Indonesia.

Sungguh begitu besarnya pengaruh dan daerah kekuasaan yang dimiliki seorang presiden di Indonesia, sehingga bukan hal yang mustahil bila tidak cepat kaya dan terkenal.

2. Memimpin di Negara yang Sumber Alamnya Subur



Sugguh anugrah yang luar biasa, karena Tuhan Yang Maha kuasa telah menciptakan Negara Indonesia ini begitu kayanya dengan sumber alamnya, Lautan luas dengan sumber ikannya yang melimpah, hutan yang lebat dengan kualitas kayu yang sangat baik, belum lagi eksplorasi sumber dari bumi, seperti minyak, gas alam, batubara, aspal, timah, bahkan Emaspun ada di negara ini.

Sampai ada pepatah yang mengatakan “ tongkat .. kayu .. dan batu saja bisa jadi tanaman bila dibuang ditanah”. Ini menggambarkan betapa begitu Suburnya kekayaan alam Indonesia.

3. Negara Terletak di Belahan Dunia yang sangat Strategis?



Negara Indonesia terletak di belahan dunia yang sangat Strategis untuk konfrontasi dengan negara lain apabila terjadi bencana perang. Dalam pandangan dan penilaian umum dulu, Indonesia sangat strategis dalam jalur pelayaran untuk perdagangan. Tapi kini pandangan tersebut mungkin sudah tidak berlaku lagi, mengingat perdagangan saat ini sudah banyak dikuasai oleh negara Cina, Korea dan Jepang, Sedangkan indonesia hanya kebagian sisannya saja.

Kenyataan ini bisa dibuktikan dengan betapa lemahnya ekonomi Indonesia saat ini, mengapa? Coba saja anda bayangkan betapa memalukannya negara yang disebut negara agraris tapi menjadi salah satu negara pengimpor beras terbesar di dunia, belum lagi daging yang dulunya peng ekspor daging, kini malah meng impor daging sapi, sudah begitu dikorupsi pula.

4. Gampang Korupsi Kolusi dan Nepotisme



Untuk urusan Korupsi Kolusi dan Nepotisme, kelihatannya bisa ikut nimbrung juga, dan apabila terjadi pada bawahan seperti para menterinya ikut juga terlibat, gampang kok cuci tangannya.
Contohnya sampai saat ini kasus Bank Century dan kasus Hambalang yang menghabiskan uang rakyat sampai trilyunan, tenang .. tenang saja presidennya ..ini satu contoh betapa ringannya tugas presiden di Indonesia.

5. Hukumannya lemah dan ringan bila melanggar sumpah Jabatan



Dari dulu sampai sekarang dan dalam sejarahnya, menjadi Presiden di indonesia belum pernah ada yang dihukum karena melanggar sumpah jabatan.

Dan apabila kelak anda jadi presiden dengan melakukan hal yang tidak baik seperti korupsi atau magang jadi bandar narkoba misalnya, Jangan takut di hukum dan dipenjara, karena sudah banyak buktinya penjara di Indonesia itu enak, dan buktinya sekarang ini para koruptor atau bandar narkoba kelas berat yang masuk penjara, tenang saja. Malahan mereka bisa jadi raja di didalam sana.

Coba bayangkan apabila anda yang notabene seorang presiden yang masuk penjara, tentunya didalam sana bisa menjadi seorang dewa.

Jadi pada dasarnya tidak akan takut kehilangan istana, sebab didalam akan dibangun dan disediakan sebuah istana bahkan mungkin bisa lebih megah dibanding istana presiden yang sesungguhnya.

6. Rakyatnya Cuma bisa protes dan Demo terhadap Keputusan dan Kebijakan



Inlah yang banyak terjadi saat ini, kita hanya bisa marah dan geram menyaksikan kebijakan yang selalu membebani orang seperti aku yang pengangguran. Sudah tidak punya pekerjaan untuk menghasilkan uang eh malah harga kebutuhan pokok pada melambung tinggi, listrik naik, minyak naik, gas naik, bensin naik, beras naik sedang yang bisa dilakukan orang seperti saya adalah darah yang ada dikepala yang ikut naik.

Kalau rakyat biasa hanya bisa protes, Dan untuk itu wajar saja kalau rakyat CUMA bisa mengeluh dan protes tanpa bisa berbuat apa-apa.

anehnya ada dalam satu acara tayang televisi yang ditonton hampir 100 juta pemirsa setiap selasa malam, ya mungkin anda juga salah satu penonton ILC atau Indonesia Lawyers Club pada salah satu program TV ONE., yang notabene adalah isinya para pakar hukum, bahkan juga dihadiri oleh banyak dari anggota DPR tapi bisa nya Cuma kasih komentar ..
Apa mereka tidak malu yah .. kok kerjanya Cuma ngomong doang, kalau begitu tidak berbeda dengan saya, yang tidak bisa berbuat apa-apa..

Mungkin kalau saya nanti ketemu sama bang Karni Ilyas, saya yang akan mengusulkan ILC itu dibubarkan saja. Sebab kalau materi Cuma komentar doang tanpa realisasinya .. percuma saja atuh..
Mendingan para ahli kukum dan para nggota DPR itu jadi seperti saya. OM-DO ..!!!

Makanya jadi Presiden di Indonesia itu enak, tidak perlu memikirkan orang seperti saya.

7. Di indonesia bukan Pemimpinnya yang melayani Rakyat tapi Rakyatlah yg kebanyakan Melayani Pemimpinnya



Gambaran diatas adalah mencerminkan semakin bobroknya buat para pemimpin di indonesia. Meski begitu tampilan perlente dengan jas dan dasi bukan jaminan bila disebut bukan pengemis. Anehnya yang benar-benar pengemis malah banyak digaruk satpol PP, sedangkan Pengemis bertampang perlente .. aman-aman dan anteng saja masih minta disuapi.

Makanya jangan heran kalau kasus SUAP para penguasa semakin merajalela di Indonesia ,, karena para penguasanya ternyata banyak yang KELAPARAN .....

Untuk itu kepada anda yang kelak bisa jadi Presiden RI, jangkan sungkan untuk blusukan ketempat para pengemis, agar kelakuan anda kalau jadi pengemis setidaknya bisa tersamarkan ketika anda MENGEMIS ....

Begitulah kira-kira gambaran dari tulisan saya mengenai Hebatnya Apabila Bisa Menjadi Presiden Republik Indonesia?

Semoga saja kelak bila anda bisa menjadi Presiden RI berikutnya, bisa menjadi lebih baik dibanding seperti gambaran yang saya tulis diatas.

Namun justru yang paling menarik adalah membayangkan kira-kira apa yang akan anda perbuat?. Adakah sesuatu yang luarbiasa dapat anda lakukan ataukah anda akan sama dengan protokoler presiden-presiden sebelumnya, seperti dalam mengelola negeri luarbiasa dan katanya maha kaya raya ini?


Tanpa mengecilkan sumbangsih dari presiden-presiden sebelumnya terhadap negeri ini, so…. apa yang anda akan lakukan kelak (ketika anda menjadi Presiden) terhadap kesejahteraan penduduk negeri yang notabene saat ini banyak Koruptornya? Masihkah memimpikan untuk tetap menjadi Presiden dengan sejuta angan dan salah satunya bisa memperkaya diri ..
Itu semua terserah anda ...

Yang pasti, jangan anda ketemu saya bila anda kelak jadi presiden dan korupsi ..apalagi magang jadi bandar Norkoba, sebab sayalah orang yang pertama menggantung anda dipohon toge.

Sekian .. semoga saja kelak bila anda menjadi Presiden RI bisa berlaku adil terhadap rakyatnya dan yang paling penting bisa membawa perubahan yang lebih baik, bisa menjadi panutan bukan hanya warga indonesia tapi bisa menjadi panutan warga diseluruh dunia ... ammiin.

Baca juga artikel saya tentang >>>
Empat Presiden RI Pernah di Kudeta dan Tumbang, Bagaimana SBY?

Edit; wawansurya
Sumber ;
http://wawansurya.de.vu
http://wawansurya.tk
http://wawansurya.infos.st
http://wwbisnis.blogspot.com
www.affiliate-waones.com
http://waones-sbm.blogspot.com
http://mitra-sbm.blogspot.com

Terima kasih sudah Mau Berkunjung Keblog Ini .. bila ada yang tidak berkenan .... Comment aja ... yah!!!

merchant 
Search Engine

»»  READ MORE ...

Sabtu, 12 Oktober 2013

Empat Presiden RI Pernah di Kudeta dan Tumbang, Bagaimana SBY?






“MENGGULINGKAN REZIM GAGAL YANG SEDANG BERKUASA”. 
disadur dari tulisan asli ; Empat Presiden RI sudah digulingkan, bagaimana SBY?


Itulah wacana yang tak mau sirna dari benak sejumlah kalangan masyarakat elemen bangsa Indonesia saat ini. Terkatung-katungnya kasus mega korupsi Bank Century, lalu maraknya praktek korupsi yang menyeret nama sejumlah pejabat dan anggota DPR terutama kader-kader elit Partai Demokrat, kemudian wacana kenaikan harga BBM dan Listrik yang sedang dipaksakan oleh pemerintah, dan masih banyak lagi, semua itu membuat rapor pemerintah rezim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dicorat-coret dengan angka merah oleh masyarakat. Sampai akhirnya timbul wacana untuk menggulingkan rezim gagal ini sebelum pemilu 2014. Apakah wacana ini sah secara hukum dan Undang-Undang? Jawabnya adalah: “Sah!”

Bagaimanakah prosedur konstitusional pemakzulan seorang presiden Indonesia?
Wakil Ketua MPR-RI dari fraksi PPP, Lukman Hakim Syaifuddin, pernah mengungkapkan bahwa tahap awal urusan pemakzulan atau prosedur impeachment seorang presiden sepenuhnya menjadi urusan DPR. “Apa yang mau disiapkan MPR, ini berpulang ke konstituen tergantung DPR apakah Presiden melakukan pelanggaran hukum,” demikian yang pernah dikatakan Lukman saat ditanya oleh wartawan pada acara ‘Pers Gathering’ di Belitung, (12/11/2011) sekitar empat bulan yang lalu.

Lukman menjelaskan bahwa tahapan pemakzulan presiden harus berawal dari pihak DPR. Lembaga DPR-lah yang akan melihat dan menentukan apakah Presiden melakukan atau terlibat dalam lima macam pelanggaran berat, seperti makar, korupsi, suap, tindak pidana berat dan perbuatan tercela lainnya. ”DPR berpendapat dan diuji di MK (Mahkamah Konstitusi), kalau terbukti, DPR merekomendasikan ke MPR (untuk dilaksanakan) sidang istimewa,” demikian jelasnya. Oleh karenanya MPR, kata Lukman, tidak memiliki persiapan apa-apa terkait wacana pemakzulan. “MPR itu hanya di ujung nantinya,” tandasnya.



Sejarah Penggulingan Presiden-Presiden Indonesia
Sebetulnya, tindakan penggulingan presiden dari jabatannya bukan merupakan hal baru bagi rakyat Indonesia. Karena sejak era Orde Lama (ORLA) seluruh Presiden RI praktis terdepak dari Istana dengan cara “digulingkan” (kecuali Presiden Megawati Sukarnoputri yang turun dari jabatannya secara normal karena kalah perolehan suara dalam Pilpres 2004).

Dibawah ini adalah catatan sejarah tentang cara pelepasan presiden-presiden Indonesia dari jabatannya:

Presiden RI ke-1 Alm.Presiden Sukarno : “Digulingkan” pada tahun 1966 dengan cara kudeta tak berdarah oleh kelompok militer dibawah pimpinan Mayjen. Suharto yang kemudian menggantikan Sukarno menjadi Presiden RI ke 2.

Presiden RI ke 2 Alm. Presiden Suharto : “Digulingkan” oleh aksi tekanan rakyat dan mahasiswa yang melakukan demonstrasi besar-besaran hingga menduduki atap gedung DPR pada tahun 1998. Aksi unjuk-rasa ini akhirnya berhasil memaksa Suharto untuk lengser meletakkan jabatannya sebagai presiden. Selanjutnya Suharto digantikan oleh Wapres BJ Habibie yang menjadi presiden RI ke 3.

Presiden RI ke 3 BJ Habibie : “Digulingkan secara halus” oleh DPR/MPR dengan cara Mosi Tidak Percaya dan menolak laporan pertanggung-jawabannya dalam Sidang MPR, yang akhirnya membuat Habibie kecewa dan enggan ikut dalam Pilpres. Presiden Habibie memangku jabatan hanya 18 bulan saja.

Presiden RI ke 4 Alm. Abdurrahman Wahid : ”Digulingkan dengan paksa” dari jabatannya oleh keputusan Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001, yang membuatnya terdepak dari Istana sebelum akhir masa jabatannya. Presiden Abdurrahan Wahid (Gus Dur) menduduki kursi kepresidenan hanya 2 tahun 9 bulan.
Presiden RI ke 5, Megawati Sukarnoputri : adalah satu-satunya presiden Indonesia yang turun dari jabatannya secara wajar, yakni karena kalah dalam perolehan suara saat Pilpres 2004.

Dari catatan di atas, sejarah membuktikan bahwa dari 5 Presiden RI yang terdahulu, hanya Presiden Megawati saja yang turun dari jabatannya secara wajar, sedangkan 4 Presiden RI sebelumnya dipaksa mengakhiri jabatannya dengan jalan “digulingkan” melalui berbagai macam cara, ada yang secara berterang, dan ada pula yang secara halus karena sengaja dikemas dengan bungkus konstitusi. Namun apapun namanya, yang dialami oleh Empat Presiden RI tersebut di atas adalah suatu “penggulingan”.
Sejumlah kader elit Partai Demokrat belakangan ini gemar menggunakan istilah “makar” dalam merespon berbagai pihak yang mereka tuding bermaksud menggulingkan pemerintah rezim SBY sebelum akhir masa jabatannya pada 2014.


Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan, menuding bahwa pernyataan Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, di sejumlah media yang menyatakan masa kepemimpinan presiden SBY tak akan sampai 2014 dianggapnya suatu indikasi bahwa Wiranto ingin bertindak makar menggulingkan SBY.
Pohan mengatakan agar Wiranto sebaiknya bersaing secara sehat dan konstitusional. “Kita harus percaya konstitusi kita kalau sirkulasi elite itu lima tahun sekali. Pak SBY 2014 sudah tidak bisa lagi mencalonkan. Sudahlah kita selesaikan di situ, kecuali presiden melakukan kesalahan konstitusional. Jangan ada masalah sedikit bilang tidak akan sampai 2014,” ujarnya kesal.






Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Menurutnya, Wiranto sebaiknya tidak menari di atas pihak-pihak yang ingin menjatuhkan SBY. Ruhut menyebut mereka yang menginginkan SBY jatuh hanyalah sampah-sampah politik. “Wiranto jangan latah. Menari di atas sampah-sampah politik. Siapa sampah pol? Mereka yang mau melengserkan SBY!” tudingnya.

Tampaknya para kader elit Partai Demokrat seperti Ramadhan Pohan dan Ruhut Sitompul lupa bahwa 4 (empat) Presiden RI juga berakhir dengan cara “digulingkan”. Hanya caranya saja yang berbeda, ada yang secara kasar dan terang-terangan seperti penggulingan Presiden Sukarno, dan ada juga yang dikemas dengan “bungkus” tertentu, semisal bungkus Sidang Istimewa MPR, bungkus Mosi Tidak Percaya, bungkus penolakan Laporan Pertanggung-jawaban, dan sebagainya agar “terlihat konstitusional”, padahal pada dasarnya sama saja bahwa itu semua adalah tindakan penggulingan presiden. Para kader Demokrat tersebut lupa bahwa Rakyat Indonesia sudah pernah menggulingkan 4 presiden, dan tindakan tersebut terbukti sah-sah saja, bahkan dicatat dalam kitab-kitab sejarah.
Penggulingan presiden dengan cara Kudeta
Bagi mereka yang sudah tak sanggup bersabar lagi menunggu datangnya pemilu 2014 dan memilih langkah penggulingan presiden diluar prosedur konstitusi, sebaiknya mencermati pendapat mantan Menhankam Pangab Jenderal (Purn) Wiranto seputar masalah Kudeta.

1] Wiranto berpendapat bahwa satu-satunya pihak yang paling sanggup melakukan kudeta terhadap pemerintah adalah pihak militer. Dalam sebuah diskusi dengan tema “Kenaikan BBM = Makar” di Gedung DPR, pada hari Kamis (8/3/2012), Wiranto membantah berbagai tudingan yang diarahkan kader Demokrat kepadanya.
“Sebenarnya yang mampu melakukan kudeta atau makar itu militer. Kenapa militer, karena organisasinya kuat, mantap, solid, disiplinnya bagus dan keberadaannya menyebar di seluruh negeri,” tutur Wiranto menjabarkan.
Dengan alasan seperti yang tersebut diatas, petinggi militer, lanjut Wiranto, jika menginginkan gerakan makar jauh lebih mudah dibandingkan organisasi lain. Upaya makar ini biasanya terjadi di negara-negara berkembang. Sebagai contoh Wiranto merujuk pada negara Thailand dan Myanmar.


Selanjutnya Wiranto mengatakan, kedudukan seorang Presiden RI cukup kuat dalam menghadapi kemungkinan kudeta “Kenapa di Indonesia tidak terjadi kudeta militer? Itulah hebatnya kita, karena Presiden kita adalah panglima tertinggi. Siapa presidennya, bagaimanapun potongannya, itu panglima tertinggi,” ujar Wiranto.

Organisasi militer di Indonesia menurut Wiranto cukup unik, karena Panglima TNI wilayahnya dibagi habis kepada para komando wilayah seperti Pangdam, Panglima Udara, Angkatan Laut, Armabar dan lain sebagainya. Sehingga Panglima TNI, menurutnya, tidak mempunyai kekuatan apa-apa, selain kekuatan komando melalui sub koordinasi. “Yang punya kekuatan langsung itu Kostrad, tetapi keberadaannya tidak di seluruh wilayah. Sehingga kalau mau melakukan itu (makar, red.) tidak mungkin, karena tidak tersebar,” paparnya.

2] Lebih lanjut lagi Wiranto menjelaskan bahwa kemungkinan makar juga bisa dilakukan oleh warga sipil yang mempunyai posisi penting dan strategis di masyarakat, seperti pemimpin partai politik atau pun organisasi masyarakat. Namun keberadaannya head to head langsung dengan pemerintah dengan mengambil sikap oposan. Dengan catatan, pemimpin ini bisa menggerakkan massa dalam jumlah yang besar secara massif dan dalam waktu yang sangat singkat. “Di Indonesia sangat tidak mungkin seorang pemimpin yang mampu mengerahkan kekuatan besar dalam waktu yang cepat, tidak bisa,” tegas Wiranto.

3] Yang ketiga, lanjut Wiranto, adanya nasional disorder atau kesemrawutan hukum. Masyarakat tanpa dikomando bergerak secara serentak seperti bola salju. Mereka bergerak karena mengindikasikan hukum tidak ditegakkan secara baik oleh pemerintah. Hukum dipandang tidak lagi dapat mengawal proses demokrasi, melainkan jadi komoditas politik.

Kalau kita mempelajari paparan Jenderal (Purn) Wiranto di atas dengan cermat dan seksama, sebetulnya mengandung dua arti, tergantung dari bagaimana orang memahaminya. Karena di satu sisi Wiranto seolah mengatakan bahwa Kudeta itu tidak mudah dengan berbagai alasan yang dikemukakannya, namun disisi lain Wiranto seolah memberikan “KUNCI” yang bisa dijadikan panduan bahwa “tindakan kudeta sangat mungkin dilakukan” asalkan pihak-pihak yang terkait mampu mengorganisir gerakannya seperti yang dipaparkan oleh Wiranto.

Misalkan, ada sebuah kelompok organisasi massa yang setelah melakukan lobi-lobi khusus akhirnya berhasil meyakinkan Panglima TNI untuk membantu kelompoknya melakukan kudeta. Kemudian Panglima TNI pun berhasil meyakinkan para Pangdam di setiap daerah untuk memobilisasi pasukan, atau, agar tidak menganggu aksi kelompok yang akan melakukan kudeta, seperti saat militer mendiamkan saja peristiwa aksi penggulingan Presiden Suharto pada tahun 1998.

Kemudian kelompok ormas tersebut juga berhasil mengadakan lobi-lobi dengan kelompok-kelompok mahasiswa dan ormas-ormas lain yang sama-sama tidak puas dengan kinerja pemerintah agar bergabung dalam gerakan kudeta. Kalau hal itu dilakukan, bukankah tidak mustahil nanti pada akhirnya kelompok tersebut akan berhasil melumpuhkan pemerintah dan melakukan kudeta?

sumber tulisan ;http://kabarnet.wordpress.com

Edit; wawansurya
Sumber ;
http://wawansurya.de.vu/
http://wawansurya.tk/
http://wawansurya.infos.st/
http://wwbisnis.blogspot.com
www.affiliate-waones.com
http://waones-sbm.blogspot.com
http://mitra-sbm.blogspot.com
Terima kasih sudah Mau Berkunjung Keblog Ini .. bila ada yang tidak berkenan .... Comment aja ... yah!!!

merchant 
Search Engine
»»  READ MORE ...