Tampilkan postingan dengan label World Politics. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label World Politics. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 November 2013

Revealing Facts History Behind the Indonesia - Malaysia Confrontation






Istilah ‘Ganyang Malaysia’ dan Kekesalan yang Tidak Tuntas di era OR-LA



Negara Federasi Malaysia yang baru terbentuk 16 september 1963,adalah salah satu faktor penting dalam insiden ini. Adanya Konfrontasi Indonesia-Malaysia,merupakan salah satu kedekatan Presiden Sukarno dengan PKI,menjelaskan motivasi para tentara yang menggabungkan diri dalam gerakan G30S/Gestok (Gerakan Satu Oktober)dan juga pada akhirnya menyebabkan PKI melakukan penculikan petinggi Angkatan Darat.

Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur, di mana para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto Sukarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tengku Abdul Rahman(Perdana Menteri Malaysia) saat itu—dan memaksanya untuk menginjak Garuda, amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak.

Presiden Sukarno sangat murka dengan tindakan Tengku Abdul Rahman,yang menginjak-injak lambang Negara Indonesia,maka Presiden Sukarno ingin melakukan Balas Dendam,dan membentuk gerakan yang terkenal dengan sebutan “Ganyang Malaysia”.Letnan Jend.Ahmad Yani,tidak ingin melawan Malaysia yang dibantu oleh Inggris dengan anggapan bahwa tentara Indonesia pada saat itu tidak memadai untuk peperangan.Di lain pihak Kepala Staff TNI Angkatan Darat A.H. Nasution tidak setuju dengan usulan Soekarno karena ia mengkhawatirkan isu Malaysia ini akan ditunggangi oleh PKI untuk memperkuat posisinya di percaturan politik di Indonesia.

Mengetahui bahwa tentara Indonesia tidak mendukungnya, Soekarno merasa kecewa dan berbalik mencari dukungan PKI untuk melampiaskan amarahnya kepada Malaysia.PKI adalah pendukung terbesar gerakan “ganyang Malaysia” yang mereka anggap sebagai antek Inggris, antek nekolim. PKI juga memanfaatkan kesempatan itu untuk keuntungan mereka sendiri, jadi motif PKI untuk mendukung kebijakan Soekarno tidak sepenuhnya idealis.

Dari sebuah dokumen rahasia badan intelejen Amerika Serikat (CIA) yang baru dibuka yang bertanggalkan 13 Januari 1965 menyebutkan sebuah percakapan santai Soekarno dengan para pemimpin sayap kanan bahwa ia masih membutuhkan dukungan PKI untuk menghadapi Malaysia dan oleh karena itu ia tidak bisa menindak tegas mereka. Namun ia juga menegaskan bahwa suatu waktu “giliran PKI akan tiba. “Soekarno berkata, “Kamu bisa menjadi teman atau musuh saya. Itu terserah kamu. … Untukku, Malaysia itu musuh nomor satu. Suatu saat saya akan membereskan PKI, tetapi tidak sekarang.”

Dari pihak Angkatan Darat, perpecahan internal yang terjadi mulai mencuat ketika banyak tentara yang kebanyakan dari Divisi Diponegoro yang kesal serta kecewa kepada sikap petinggi Angkatan Darat yang takut kepada Malaysia, berperang hanya dengan setengah hati, dan berkhianat terhadap misi yang diberikan Soekarno. Mereka memutuskan untuk berhubungan dengan orang-orang dari PKI untuk membersihkan tubuh Angkatan Darat dari para jenderal ini.

Faktor Kekacauan Ekonomi Indonesia
Ekonomi masyarakat Indonesia pada waktu itu yang sangat rendah mengakibatkan dukungan rakyat kepada Soekarno (dan PKI) meluntur. Mereka tidak sepenuhnya menyetujui kebijakan “ganyang Malaysia” yang dianggap akan semakin memperparah keadaan Indonesia.

Inflasi yang mencapai 650% membuat harga makanan melambung tinggi, rakyat kelaparan dan terpaksa harus antri beras, minyak, gula, dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya.

Beberapa faktor yang berperan kenaikan harga ini adalah keputusan Suharto-Nasution untuk menaikkan gaji para tentara 500% dan penganiayaan terhadap kaum pedagang Tionghoa yang menyebabkan mereka kabur.

Sebagai akibat dari inflasi tersebut, banyak rakyat Indonesia yang sehari-hari hanya makan bonggol pisang, umbi-umbian, gaplek, serta bahan makanan yang tidak layak dikonsumsi lainnya; pun mereka menggunakan kain dari karung sebagai pakaian mereka.

Faktor ekonomi ini menjadi salah satu sebab kemarahan rakyat atas pembunuhan keenam jenderal tersebut, yang berakibat adanya backlash terhadap PKI dan pembantaian orang-orang yang dituduh anggota PKI di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali serta tempat-tempat lainnya.

Keterlibatan CIA dan M16 Dalam Gerakan 30 September
Siapa yang tidak tahu istilah G 30 S/PKI. Istilah ini sangat umum ditelinga orang Indonesia, karena peristiwa ini merupakan kejadian sekaligus kontroversi terbesar sepanjang sejarah Indonesaia sejauh ini. Dalam tulisan ini saya (penulis) hanya ingin berbagi dengan para pembaca yang budiman terkait Gerakan 30 September dan keterlibatan CIA (Central Intelligence Agency) dan M16 (agen rahasia Inggris) di dalamnya.

Sebenarnya banyak versi terkait peristiwa Gerakan 30 September, bukan hanya CIA – M16 dan PKI. Angkatan Darat, Sukarno dan Soeharto dan yang terbaru adalah MPRS dalam beberapa sumber dan penelitian dikaitkan dalam peristiwa ini. Tapi yang pasti adalah bukan hanya PKI yang terlibat. Jadi saya disini kurang setuju dengan istilah G 30 S/PKI yang seolah-olah mendeskritkan PKI sebagai pelaku tunggal. Saya tidak menentang kurikulum 2006, kemudian membela kurikulum 2004, tapi saya mencoba terbuka dan lebih objektif menanggapi kontroversi yang ada. Apa gunanya? Tentu kembali ke tujuan mempelajari sejarah yaitu untuk lebih bijak lagi dalam menjalani kehidupan di masa sekarang dan untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah tentunya.

Lantas mengapa penulis mengambil keterlibatan versi CIA – M16? Jawabanya adalah karena keterlibatan CIA – M16 lebih terang daripada versi – versi G 30 S yang lain. Menurut Asvi Warman Adam dalam buku Membongkar Manipulasi Sejarah terbitan Kompas tahun 2009 disebutkan bahwa sebagai konsekuensi dari perang dingin antara blok kapitalis dan blok komunis, Amerika saat itu sangat berkepentingan agar Indonesia tidak jatuh ke tangan kelompok kiri (komunis). CIA disini berperan membantu KAP (Komite Aksi Pengganyangan) gestapu melalui perantara Adam Malik dalam berbagai cara dan tentunya dalam hal pendanaan.

Amerika tidak ingin Indonesia dikuasai Komunis, karena dampaknya Malaysia dan Singapura juga akan dikuasai komunis. Kalau hal itu terjadi, maka posisi Amerika yang saat itu bertempur melawan Vietnam akan semakin terjepit. Terang Asvi sebagaimana dilansir oleh www.inilah.com. Maka skenarionya adalah memprofokasi PKI yang ditumpas oleh TNI AD dan mengakibatkan Soekarno akhirnya jatuh. Nampaknya menjadi kenyataan tahun 1965. Berhasil mencapai tujuan memang, namun gagal karena para Jendral TNI meninggal. (www.hidayatullah.com)


Dalam dokumen yang terungkap (karena Amerika dan Inggris selalu membuka arsip dan dokumen – dokumen rahasianya untuk umum setiap periode 25-30 tahun sekali) dinyatakan bahwa ada bantuan yang mengucur ke Indonesia dari Amerika sebanyak 50 Juta rupiah/dollar?? Kepada KAP (Komite Aksi Pengganyangan).

Menurut David T. Johnson (1976) dalam buku yang sama mengatakan bahwa ada enam skenario yang dapat dijalankan Amerika Seriikat dalam menghadapi situasi yang memanas di Indonesia menjelang tahun 1965 yaitu : (1) Membiarkan saja, (2) Membujuk Soekarno mengubah kebijakan, (3) Menyingkirkan Soekarno, (4) Mendorong Angkatan darat mengambil alih kekuasaan, (5) Merusak kekuatan PKI, (6) Merekayasa kehancuran PKI sekaligus kejatuhan Sukarno. Dan ternyata skenario yang terakhir yang dilakukan.

Indikasi keterlibatan M16 lebih terlihat pasca peristiwa G30S. Pihak Inggris disini berperan membantu propaganda untuk menghancurkan PKI. Dalam buku Roland Challis (2001) – Koresponden BBC yang berkedudukan di Singapura dan sering ke Jakarta menjelang peristiwa G30S – terungkap bahwa pada tahun 1962 sudah ada komitmen antara presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy dengan Perdana Menteri Inggris Harold Macmillan untuk melikuidasi Soekarno. Tentara AL Inggris yang berbasis di Singapura siap membantu Pemerintah Indonesia untuk menghadapi ancaman jatuhnya Indonesia ke tangan komunis.Bahkan dalam buku 151 Konspirasi Dunia karangan Alfred Suci dikatakan bahwa CIA merupakan biang keladi tumbangnya orde lama (Soekarno). Alfred Suci mengatakan bahwa ada dugaan bahwa gerakan 30 September 1965 merupakan desain besar (grand design) Soeharto dan CIA untuk menciptakan instabilitas negara.

Kenapa kemudian muncul nama Soeharto?? Karena dalam rangka menghancurkan komunis di Indonesia, CIA lalu mencari partner untuk menjalankan rencananya. Dipihlah Letjen Soeharto. CIA memilih Soeharto sebagai rekanan karena posisi Soeharto yang strategis dalam Angkatan Darat dan menguasai beberapa batalion. Karakter opportunis (paham yang semata – mata hendak mengambil keuntungan sendiri) juga menjadi pertimbangan CIA untuk memilih Soeharto.Dalam sumber yang sama juga disebutkan bahwa terbitnya buku Foreign Relation of the United States setebal 800 halaman khusus mengenai Indonesia, memuat dokumen – dokumen tentang keterlibatan AS dalam menggulingkan Komunis dengan skenario kudeta yang seolah-olah dilakukan oleh PKI.

Puncak Serangan PKI
Pada 1 Oktober 1965,dini hari enam jenderal senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana (Cakrabirawa) yang dianggap loyal kepada PKI dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol Untung.

Lalu di bawah pimpinan Panglima Komando Strategi Angkatan Darat Mayjend Suharto kemudian mengadakan penumpasan terhadap gerakan PKI.


Korban-korban yang berguguran/
Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah:

- Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi)
- Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi)
- Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan)
- Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen)
- Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik)
- Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat)


Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama, selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan beliau, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.


Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban:
- Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr.J. Leimena)
- Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)
- Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)

Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagaiLubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober.

Semenjak saat itulah,di bawah kepemimpinan Panglima Angkatan Darat yang dilantik oleh Presiden Soekarno,yakni Jendral Soeharto,berjanji ingin menyatukan ABRI sebagai Panji Amanat Revolusi.Mengadakan Penangkapan dan Pembantaian yang menewaskan Ratusan Ribu Pekerja dan Petani yang menjadi anggota dan simpatisan PKI,dan ada yang dimasukkan ke Penjara untuk disiksa dan di introgasi.

Jumlah orang yang dibantai tidak diketahui dengan persis - perkiraan yang konservatif menyebutkan 500.000 orang, sementara perkiraan lain menyebut dua sampai tiga juga orang. Namun diduga setidak-tidaknya satu juta orang menjadi korban dalam bencana enam bulan yang mengikuti kudeta itu.

Untuk selengkapnya mengenai bahasan G30S/PKI silahkan anda baca pada blog atau halaman lainnya dalam artikel yang berjudul >>>
Skenario G30S/PKI dalam Berbagai Versi

Dahulu waktu saya masih kecil saya masih bisa menyaksikan pemutaran Film G 30 S PKI,tapi entah kenapa sekarang pemutaran Film itu dihentikan.Tapi paling tidak sekarang kita bisa tahu sejarah,dan jika sudah demikian mari kita pergunakan nikmat kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya.
——
Sampai disini postingan tentang Mengungkap Fakta Sejarah Dibalik Konfrontasi Indonesia-Malaysia, semoga artikel atau tulisan diatas dapat bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda, salam sukses selalu ...


Sumber Inspirasi dan bahan tulisan :
- Wikipedia.org
- Alex Dinuth “Dokumen Terpilih Sekitar G30S/PKI” Intermasa, Jakarta 1997
- Setiyono, Budi; “REVOLUSI BELUM SELESAI: Kumpulan Pidato Presiden Soekarno 30 September 1965″; Nawaksara, Jakarta; 2003
Ahmad Mujiyarto
- http://waones-sbm.blogspot.com/2013/10/skenario-g30spki-dalam-berbagai-versi.html
- Adam, Asvi Warman. 2009. Membongkar Manipulasi Sejarah. Jakarta : PT Kompas Gramedia
- Suci, Alfred. 2011. 151 Konspirasi Dunia Paling Gila dan Mencengangkan. Jakarta : PT wahyu Media.
Asepsandro Del Irwan
(Dipfals-berbagai sumber)

Edit; wawansurya
Sumber ;
http://wawansurya.de.vu
http://wawansurya.tk
http://wawansurya.infos.st
http://wwbisnis.blogspot.com
www.affiliate-waones.com
http://waones-sbm.blogspot.com
http://mitra-sbm.blogspot.com
Terima kasih sudah Mau Berkunjung Keblog Ini .. bila ada yang tidak berkenan .... Comment aja ... yah!!!

merchant 
Search Engine

»»  READ MORE ...

Minggu, 03 November 2013

G30S/PKI scenario in Different Versions






Menguak dan Menelusuri Kebenaran kisah G30S/PKI


Dari ketika saya masih sekolah dibangku SD, masih terngiang ditelinga saya kalau mendengar cerita kekejaman yang dilakukan oleh PKI. Namun sesungguhnya sampai bertahun-tahun masih belum paham juga maksud dan tujuan serta makna dari peristiwa tersebut. Sampai akhirnya ketika saya googling dan membaca satu artikel menarik yang menceritakan tentang kisah G30S/PKI dalam berbagai versi.

Dan buat anda yang mungkin masih belum paham seperti saya dulu, berikut saya share kembali tulisan dari cerita yang saya baca berikut saya juga melampirkan gambar atau foto dari peristiwa G30S/PKI sebagai khasanah bacaan saja.

Bab Pendahuluan
Peristiwa pemberontakan G30S/PKI memang akan selalu menjadi ingatan bangsa dalam perjalanan sejarah. Peristiwa yang merenggut setidaknya tujuh orang perwira Angkatan Darat yang selanjutnya disebut Dewan Revolusi. Bahkan pada waktu-waktu berikutnya ada 500.000 – 1.000.000 jiwa manusia yang diambil untuk membayar peristiwa tersebut. Secara politik peristiwa tersebut terpaksa menyeret Bung Karno dari tampuk kekuasaanya.


Sampai sekarangpun sesungguhnya peristiwa G30S/PKI tersebut masih menimbulkan pertanyaan banyak pihak. Walaupun pemerintah pada tahun 1996 telah menerbitkan secara resmi mengenai peristiwa tersebut dalam satu buku. Tetapi hal itu tetap tidak cukup dipercaya oleh sebagian besar kalangan, karena masih terdapat banyak kejanggalan. Sehingga banyak buku-buku lain yang terbit yang menceritakan sisi lain dari peristiwa tragis tersebut.

Oleh karena itu dalam tulisan ini akan disampaikan beberapa versi yang menyangkut peristiwa G30S/PKI tersebut. Baik yang bersumber resmi dari pemerintah, maupun dari kete-rangan saksi dan pelaku yang dituduh terlibat dalam gerakan tersebut, juga dari tulisan reportase dari beberapa wartawan.

Bagi Indonesia, tahun 1965 merupakan suatu tahun yang luar biasa penting. Sebab saat itu adalah tahun terjadinya peristiwa 1 Oktober 1965, yang memutar balik proses sejarah perkembangan Negara ini. Sejarah Indonesia sendiri pada masa Orde Baru Soeharto adalah merupakan penjaga kekuasaan bagi rezim yang berkuasa dalam hal ini termasuk ketika rezim Orde Baru memaknai tafsir mengenai peristiwa tragedi nasional 1 Oktober 1965 yang berujung kepada kesimpulan bahwa PKI menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atau dalang atas semua kejadian berdarah yang berujung pada tragedi pembunuhan massal yang diperkirakan menghilangkan nyawa setengah hingga satu juta nyawa orang Indonesia oleh orang Indonesia sendiri.

Pada Januari 1965 mendung menyelimuti Jakarta. Rakyat letih dan cemas. Isu kudeta merebak di tengah inflasi meroket. Bahan-bahan kebutuhan pokok lenyap di pasaran. Setiap hari rakyat harus sabar berdiri dalam antrean panjang untuk menukarkan kupon pemerintah dengan minyak goring, gula, beras, tekstil, dan kebutuhan lainnya. Rupiah nyaris tidak ada nilainya.

Begitulah setidaknya gambaran ibukota di awal-awal tahun 1965. Keadaan ekonomi negara dan rakyat semakin buruk tiap tahunnya, setidaknya sampai tahun 1968. Tahun yang membuat seluruh bangsa terperangah, sampai pada perubahan sistem politik dan rezim yang berkuasa. Mendung yang menandakan bahwa tahun itu adalah tahun yang “terkutuk”, dikatakan terkutuk karena tahun itulah terjadinya apa yang kita kenal dengan Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI).

Versi Buku Putih (Pemerintah ORBA)


Pada tahun 1994 Sekretariat Negara (Setneg) menerbitkan satu buku yang menceritakan kronologi sampai pada penumpasan G30S/PKI secara sistematis. Buku itu menjadi satu-satunya sumber sejarah resmi yang diterbitkan negara menyangkut G30S, yang dikenal dengan sebutan buku putih. Buku yang konseptor dan editor utamanya adalah presiden yang berkuasa saat itu Soeharto.

Awalnya menurut buku tersebut, dalam rangka mendiskreditkan TNI-AD (yang dianggap sebagai musuh oleh PKI), PKI melancarkan isu Dewan Jenderal. Isu Dewan Jenderal diciptakan Biro Khusus PKI sebagai bahan perang urat syaraf untuk membentuk citra buruk terhadap pimpinan AD di mata masyarakat. Dikatakan bahwa “Dewan Jenderal” terdiri atas sejumlah Jenderal TNI-AD, seperti Jend. A.H. Nasution, Letjen Ahmad Yani, Mayjen S. Parman, dan lima jenderal lainnya yang dianggap anti PKI.

Pada sekitar awal September 1965 dilancarkan isu bahwa Dewan Jenderal akan merebut kekuasaan dari Presiden Soekarno dengan memanfaatkan pengerahan pasukan dari daerah yang didatangkan ke Jakarta dalam rangka peringatan HUT ABRI pada tanggal 5 Oktober 1965. Isu ini semakin dikuatkan oleh Dokumen Gilchrist, Gilchrist sendiri merupakan Duta Besar Inggris untuk Indonesia yang bertugas 1963 – 1966.

Dokumen itu sendiri di dalamnya terdapat tulisan our local army friend, pada intinya memberikan kesan bahwa TNI-AD bekerjasama dengan Inggris, yang pada waktu itu dikategorikan sebagai salah satu kekuatan Nekolim. Oleh Dr.Soebandrio dokumen itu diberikan kepada Bung Karno (BK), sehingga pada 27 Mei 1965 BK mengumpulkan seluruh panglima angkatan di Istana Bogor untuk tujuan klarifikasi. Klarifikasi terutama ditujukan untuk Letjen Yani sebagai Men/Pangad, dan Letjen Yani membantahnya.

Menurut buku putih tersebut sejak bulan Juli – September 1965, pelatihan pasukan sukarelawan dilakukan secara intensif dan massif dengan alasan untuk memperkuat pasukan Dwikora atas instruksi Men/Pangau Omar Dani. Penyelenggaraan pelatihan tersebut dipusatkan di Lubang Buaya, Pondok Gede, dengan pimpinan pelatihan yaitu Mayor Udara Sujono sebagai komandan. Keterlibatan TNI-AU sangat besar dalam kegiatan ini, karena peralatan pelatihanpun diusahakan dari gudang TNI-AU.

Selanjutnya pada akhir Agustus sampai dengan akhir September 1965, Biro Khusus Central PKI secara maraton mengadakan pertemuan-pertemuan yang kesimpulannya dilaporkan kepada Ketua CC PKI D.N.Aidit, yang saat itu juga menjabat Menteri Koordinator di dalam Kabinet Dwikora.

Pertemuan dan rapat-rapat tersebut membicarakan kesiapan gerakan pemberontakan, terutama kesiapan secara militer.

Secara struktural sesuai dengan keputusan Politbiro CC PKI bahwa pimpinan tertinggi gerakan di tingkat pusat berada di tangan D.N. Aidit, karena memang selain di Jakarta gerakan yang sama dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Sementara untuk komando di lapangan gerakan tersebut dikomandani Letkol. Untung, Untung sendiri merupakan Dan Yon Pengawal Presiden. Di lapangan gerakan tersebut terbagi dalam tiga pasukan yaitu Pasukan Gatotkaca, Pasukan Pasopati, dan Pasukan Bimasakti.

Pada tanggal 28 September 1965, Sjam selaku Kepala Biro Khusus Central PKI melapor kepada D.N. Aidit bahwa penentuan Hari-H dan Jam serta tanggal 30 September pukul 04.00 dan disetujui. Sementara sasaran utama gerakan yaitu Jend. A.H. Nasution, Letjen. Ahmad Yani, Mayjen Haryono MT, Mayjen Soeprapto, Mayjen S. Parman, Brigjen D.I. Panjaitan, dan Brigjen Sutojo S.

Perintah untuk gerakan ini jelas yaitu menangkap perwira-perwira di atas hidup atau mati. Di lapangan sesungguhnya gerakan ini telah gagal dengan kurangnya koordinasi yang baik, koordinasi antar pasukan ataupun koordinasi antara pasukan dan pimpinan. Walaupun secara umum sasaran gerakan tercapai kecuali Jend. Nasution, tetapi itu telah dibayar oleh nyawa putri Nasution yakni Ade Irma Suryani dan ajudannya Lettu. Pierre Tandean.

Diceriterakan betapa kejamnya aksi penculikan yang dilakukan oleh gerakan ini. Berapa jenderal telah ditembak mati duluan di kediamannya seperti yang dialami Letjen Yani, Mayjen Haryono, dan Brigjen Panjaitan. Sementara yang lainnya disiksa habisa-habisan dahulu sebelum ditembak jatuh ke sumur, mereka ini yaitu Mayjen Soeprapto, Mayjen Parman, Brigjen Sutojo, dan Lettu Tandean. Seluruh korban penculikan di bawa ke Lubang Buaya, Pondok Gede dan diserahkan kepada pimpinan Pasukan Gatotkaca Lettu. Dul Arief.

Pada paginya tersiarlah kabar bahwa pimpinan-pimpinan teras AD diculik oleh suatu gerakan pemberontak. Gerakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang berusaha meng-kudeta Presiden Soekarno, gerakan yang dicurigai dikendalikan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Dalam proses pencarian korban penculikan, pengendalian keamanan ibukota, sampai pada proses penumpasan inilah terlihat jelas betapa besar jasa Mayjen. Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Pangkostrad.


Mayjen Soeharto sebagai Pangkostrad mempunyai keyakinan bahwa gerakan tersebut merupakan gerakan PKI yang bertujuan menggulingkan dan merebut kekuasaan dari Pemerintah Republik Indonesia yang sah. Yang selanjutnya oleh Soeharto gerakan ini disebut sebagai Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI). Pangkostrad berhasil menguasai kembali alat-alat vital negara seperti Kantor RRI dan Telkom, yang sempat dikuasai oleh G30S, pada tanggal 1 Oktober pukul 19.00.

Mayjen Soeharto mengangkat dirinya sebagai pimpinan sementara AD mengggantikan Letjen Yani. Dengan kekuasaan AD yang ada di tangannya Soeharto melakukan perlawanan langsung terhadap G30S sampai pada keesokan harinya. Hingga tanggal 2 Oktober pukul 14.00 pasukan pendukung G30S menghentikan perlawanannya dan melarikan diri ke daerah Pondok Gede. Dengan hancurnya kekuatan fisik G30S di ibukota, operasi selanjutnya dilanjutkan untuk mencari para korban penculikan. Sampai akhirnya atas perintah Pangkostrad dilakukan penggalian atas timbunan tanah di atas sumur tua, pada tanggal 3 Oktober pukl 17.00 yang dicurigai tempat pembuangan mayat korban penculikan, dan benar.

Versi Wartawan


Di bagian ini akan diceriterakan peristiwa Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) oleh seorang wartawan Kompas bernama Maruli Tobing (2001), yang dimuat dalam buku Dialog Dengan Sejarah. Dalam tulisannya bahwa G30S bukanlah gerakan yang berada di bawah kendali sebagai partai seperti yang dikatakan Soeharto. Walaupun memang ada orang-orang PKI yang terbukti terlibat di dalamnya secara langsung maupun tidak langsung.

Menurut Tobing, G30S merupakan desainan Amerikan Serikat melalui lembaga CIA- nya, dan PKI dijadikan kambing hitamnya. Ditambah dengan konflik internal di dalam tubuh AD, antara pihak yang anti Soekarno seperti Jend. Nasution dan Mayjen Soeharto, dengan yang pro Soekarno seperti Letjen Yani. Walaupun memang ketiga-tiganya membenci kehadiran PKI di kancah politik, tetapi Ketiga jendral tersebut untuk tingkat loyalitasnya terhadap BK tidak sama.

Sebelum tahun 1965 sebenarnya CIA telah seringkali mencoba melakukan kudeta terhadap BK dengan berbagai cara. Seperti memberikan bantuan dana satu juta dollar AS untuk partai yang anti-PKI dan anti-Soekarno, yang ditransfer melalui Hong Kong untuk membiayai kampanye tahun 1995. Selain itu Peristiwa Cikini juga merupakan salah satu upaya menjatuhkan BK dengan cara pembunuhan, yang didalangi CIA. Namun tetap tidak berhasil.

Dalam kasus G30S, Tobing menilai bahwa ada main mata antara TNI-AD dan CIA, dengan beberapa bukti membenarkan itu. Satu di antara bukti itu yaitu adanya satu telegram dari Kedubes AS di Jakarta yang masuk ke Deplu AS di Washington tanggal 21 Januari 1965. Isinya informasi pertemuan pejabat teras AD pada hari itu, dalam pertemuan itu salah satu perwira tinggi AD yang hadir bahwa adanya rencana pengambilalihan kekuasaan jika Bung Karno berhalangan.

Kapan rencana ini akan dijalankan, bergantung pada keadaan konflik yang sedang dibangun beberapa minggu ke depan. Dalam 30 atau 60 hari kemudian AD akan menyapu PKI. Arsip telegram yang tersimpan di Lyndon B. Johnson Library dengan nomor control 16687 itu menyebut, beberapa perwira tinggi lain yang hadir malah menghendaki agar rencana itu dijalankan tanpa menunggu Soekarno berhalangan,

Dalam tulisannya Tobing lebih menekankan bahwa sesungguhnya persamaan persepsi antara pimpinan teras AD mengenai PKI, akhirnya berbenturan pada loyalitas terhadap Bung Karno. Yang oleh sebagian jenderal BK dianggap terlalu lunak dan selalu melindungi PKI yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga jenderal-jenderal yang anti-Soekarno mendekati AS yang telah diketahui telah lama ingin menggulingkan Soekarno dan PKI.

Versi Saksi dan Pelaku


Versi ini merupakan hasil wawancara dan intisari dari otobiografi para saksi dan pelaku G30S, yang terangkum dalam buku yang berjudul Saksi Dan Pelaku Gestapu (2005). Pada bagian ini para saksi dan pelaku G30S yang pernah diadili di Mahmilub dan mendekam di penjara selama puluhan tahun, lebih menekankan pada pengaruh Soeharto.

Bahwa hampir seluruh saksi dan pelaku menyatakan bahwa Pangkostrad saat itu sesungguhnya sudah mengetahui akan adanya gerakan pemberontkan. Bahkan Pangkostrad Mayjen Soeharto disebut se-bagai konseptor gerakan tersebut. Beberapa saksi dan pelaku di dalam buku tersebut yang dimuat petikan wawancara dan kutipan otobiografinya yaitu, Mayjen Soeharto, Seka Bungkus, Letkol Heru Atmodjo, Kolonel Latief, Laksdya Omar Dani, Mayjen Pranoto Reksosamodra, dan Jend. A.H. Nasution.

Seperti yang diceriterakan Kolonel Latief yang saat itu menjabat sebagai Komandan Brigif I Jayasakti, dan di Buku Putih disebutkan bahwa ia merupakan wakil dari pimpinan gerakan Letkol. Untung. Pada persidangan di Mahmilub ia divonis penjara seumur hidup, setelah pledoinya ditolak. Setelah runtuhnya Orde Baru, Kol. Latief akhirnya dibebaskan bulan April 1999 dari Rutan Salemba selama 33 tahun 5 bulan dipenjara.

Bahwa dua malam berturut-turut sebelum meletusnya G30S, ia telah melapor ke Pangkostrad Mayjen Soeharto, tentang adanya rencana menghadapkan tujuh jendral kepada presiden.

Pada 28 September malam ia mendatangi Pak Harto di rumahnya, untuk menanyakan isu Dewan Jenderal. Dan ternyata Pak Harto telah mengetahuinya melalui anak buahnya dari Yogya, Bagio. Menurut informasi yang didapatnya bahwa Dewan Jenderal akan melakukan kup terhadap BK. Sementara tanggal 29 malamnya melapor ke Soeharto di RSPAD Gatot Subroto, bahwa besok akan ada tujuh orang jenderal AD yang akan dihadapkan ke presiden. Dan reaksinya Pak Harto hanya manggut-manggut, dan selesai.

Ini setidaknya menunjukkan bahwa sebenarnya Mayjen Soeharto sudah mengetahui bahwa akan ada rencana kudeta terhadap Bung Karno oleh Dewan Jenderal. Dan rencana menghadapkan tujuh orang jenderal AD ke BK. Tetapi Mayjen Soeharto sebagai Pangkostrad tidak mengambil tindakan apapun.

Versi Manakah Yang Benar?

Dari ketiga versi di atas penulis merasa versi wartawan lah yang paling dapat dipercaya. Karena memang tidak mungkin semudah yang dibayangkan untuk menjatuhkan Presiden Soekarno dari tampuk kekuasaan, sementara masih banyak rakyat yang mencintainya. Apalagi di dalam tubuh AD sendiri terdapat dua faksi yang anti dan pro terhadap Soekarno, sehingga cukup sulit jika AD melaksanakan sendirian kudeta tersebut.

Akhirnya faksi yang anti-Soekarno mau tidak mau harus mencari bantuan asing yang dirasa berkepentingan yang sama dengan AD, dan itu tidak lain Amerika Serikat. 

Dan kebetulan karena ada gerakan pemberontak dari orang-orang yang mencintai Soekarno dengan sepenuh hati yang berusaha “membuang” jenderal-jenderal AD yang tidak loyal. Ditambah mereka berasal dan dibawah kendali D.N. Aidit yang notabene merupakan Ketua Politbiro CC PKI, maka jadilah PKI sebagai kambing hitamnya.





Referensi ;
Lesmana, Surya, 2005, Saksi Dan Pelaku Gestapu, Media Pressindo: Yogyakarta.
Oetama, Jakob, et al, 2001, Dialog Dengan Sejarah Soekarno Seratus Tahun, Kompas Media
Nusantara: Jakarta.
1994, Gerakan 30 September Pemberontakan Partai Komunis Indonesia, Sekretariat Negara
RI: Jakarta.
Ekamara Ananami Putra

-------
Demikianlah artikel yang saya share ini, mengenai versi mana yang benar dan yang paling benar, semua kesimpulan akhir kembali pada anda. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah berdoa buat orang-orang yang baik masih hidup maupun sudah meninggal dan telah berjasa dalam menegakan kebenaran dalam peristiwa G30S/PKI tersebut, mendapatkan ganjaran kebaikan dari Yang Maha Kuasa.

Dan bagi yang telah melakukan kesalahan pada peristiwa tersebut, untuk yang masih hidup semoga bisa menyadarinya karena telah melakukan perbuatan orang lain jadi menderita, begitu juga buat yang sudah meninggal semoga Yang Maha kuasa memberikan ganjaran yang setimpal dengan perbuatan yang telah dilakukannya.


Sebuah kata-kata bijak yang diungkapkan oleh Amstutz, “Ingatan bagi korban kekerasan masa lalu bukan hanya sekedar rekaman sebuah peristiwa, melainkan juga bentuk penagihan atas masa lalu yang pernah dideritanya sangat diperlukan untuk mendudukkan persoalan pada tempatnya untuk memulai hidup baru yang terbebas dari dendam sejarah.

Ingatan perlu disampaikan kepada generasi selanjutnya agar mereka dapat belajar untuk memahami derita orang lain, berlapang dada memaafkan masa lalu, dan berupaya memutus spiral kekerasan dengan menciptakan peradaban yang anti kekerasan”.

Akhir kata semoga diera reformasi dalam menjelang Pemilu ini, kehidupan politik di Indonesia akan menjadi lebih baik, bukan untuk saat in saja .. mudah-mudahan untuk selamanya.

----------

Sampai disini postingan tentang Menguak dan Menelusuri Kebenaran kisah G30S/PKI, semoga artikel atau tulisan diatas dapat bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda, salam sukses selalu ...

Edit; wawansurya
Sumber ;
http://wawansurya.de.vu
http://wawansurya.tk
http://wawansurya.infos.st
http://wwbisnis.blogspot.com
www.affiliate-waones.com
http://waones-sbm.blogspot.com
http://mitra-sbm.blogspot.com
Terima kasih sudah Mau Berkunjung Keblog Ini .. bila ada yang tidak berkenan .... Comment aja ... yah!!!

merchant 
Search Engine

»»  READ MORE ...

Minggu, 13 Oktober 2013

Remarkably Where Can Become President of the Republic of Indonesia?






Menjadi Presiden RI, pasti wueenaakk ...!!!





Keinginan menjadi seorang Presiden adalah kebanyakan jawaban dari cita-cita yang ditanyakan kepada seorang anak kecil yang masih sekolah TK, sangat jarang sekali bahkan hampir tidak pernah kita mendengar seorang remaja apabila ditanya tentang cita-citanya menjawab ingin menjadi seorang Presiden. Mereka pada umumnya menjawab hal yang sifatnya pekerjaan profesi keahlian seperti ingin menjadi dokter, Insinyur, Guru, bahkan banyak yang berkeinginan menjadi Pengusaha Sukses.

Memang untuk menjadi seorang Presiden adalah salah satu keinginan dan cita-cita yang tidak bisa dicapai oleh kebanyakan orang pada satu negara pada saat yang bersamaan. Sungguh ironi dan sangat tidak mungkin apabila dalam satu negara ada 100 presiden yang dilantik. Jangankan sampai 100 pada saat yang bersamaan, ada 2 orang Presiden pun dalam satu negara pasti akan menimbulkan pertikaian dan pastinya kondisi negara tersebut tidak akan berjalan baik dalam sisi pemerintahan.


Seperti mengutip tulisan yang pernah saya share pada artikel sebelumnya yang berjudul >>>
Apakah Anda Presiden Indonesia Berikutnya, So what?

Anda adalah presiden Indonesia berikutnya? Mengapa tidak, bukankah setiap warga negara Indonesia berhak menjadi Presiden negeri kita tercinta ini. So?

Menjadi Presiden di Indonesia adalah menjadi kepala negara sekaligus kepala pemerintahan Indonesia. Sebagai kepala negara yang juga disebut sebagai orang nomor satu di Indonesia. Presiden adalah simbol resmi negara Indonesia di dunia. Sebagai kepala pemerintahan, Presiden dibantu oleh wakil presiden dan menteri-menteri dalam kabinet, memegang kekuasaan eksekutif untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah sehari-hari. Presiden (dan Wakil Presiden) menjabat selama 5 tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama untuk satu kali masa jabatan. Ia digaji sekitar 60 juta per bulan.

Tentu sangat menarik membayangkan hal tersebut, bisa menjadi orang nomor satu dari 325 jutaan jiwa penduduk negeri ini, betapa sangat membanggakan.

Tetapi bukan hanya itu saja, masih banyak lagi hal yang lebih bisa menjadi kebanggaan dan sangat menyenangkan lainnya apabila bisa menjadi Presiden di Republik Indonesia.

Berikut dibawah ini adalah beberapa gambaran yang menurut saya betapa sangat membanggakan dan sangat menyenangkannya apabila bisa menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Dalam hal in saya mengangkat semua unsur baik dan buruk ketika menjadi seorang yang bisa menjadi orang nomor satu di Negara Republik yang namanya Indonesia;

1. Seolah bisa menjadi sebagai Presiden yang membawahi 34 Negara



Mengapa tidak, ketika anda bisa menjadi seorang presiden RI, betapa begitu luasnya daerah kekuasaan yang menjadi wewenang dibawah anda. Indonesia (laut dan darat) yang memiliki luas 5.193.250 km2, dan dengan adanya 34 propinsi yang bisa disebut satu propinsinya saja hampir setara bahkan bisa melebihi luasnya sebuah negara yang ada disebelah negara kita.

Sebagai contoh jangankan dengan sebuah propinsi di Indonesia seperti Daerah khusus Papua yang memiliki Luas: 309.934,40 km2, kita ambil contoh saja sebuah propinsi yang memiliki rata-rata luasnya seperti Daerah khusus Aceh dengan Luas: 57.365,09 km2 atau Jawa Barat yang Luasnya: 35.244,91 km2, bandingkan luasnya dengan negara tetangga seperti dengan Timor Leste yang luasnya hanya 14.874 km2, Singapura dengan luas 697 km2, atau Brunei Darussalam dengan luas 5.770 km2.

Atau kita bisa bandingkan dengan negara-negara yang ada di Eropa, seperti Denmark (43.094km2), Belanda (41.526 km2), Swiss dengan luas 41.290 km2, atau Belgia yang hanya memiliki luas 32.545 km2.

Jika anda kurang yakin dengan perbandingan diatas, anda dapat melihat sumbernya dalam artikel dibawah ini
- Daftar negara di Dunia Menurut Luas Wilayah
- Daftar Provinsi di Indonesia Beserta Luas Wilayahnya

Belum lagi jika dibandingkan dengan negara-negara yang kecil dan unik
yang memiliki luas wilayahnya hanya sebesar satu kelurahan saja yang ada di Indonesia.

Sungguh begitu besarnya pengaruh dan daerah kekuasaan yang dimiliki seorang presiden di Indonesia, sehingga bukan hal yang mustahil bila tidak cepat kaya dan terkenal.

2. Memimpin di Negara yang Sumber Alamnya Subur



Sugguh anugrah yang luar biasa, karena Tuhan Yang Maha kuasa telah menciptakan Negara Indonesia ini begitu kayanya dengan sumber alamnya, Lautan luas dengan sumber ikannya yang melimpah, hutan yang lebat dengan kualitas kayu yang sangat baik, belum lagi eksplorasi sumber dari bumi, seperti minyak, gas alam, batubara, aspal, timah, bahkan Emaspun ada di negara ini.

Sampai ada pepatah yang mengatakan “ tongkat .. kayu .. dan batu saja bisa jadi tanaman bila dibuang ditanah”. Ini menggambarkan betapa begitu Suburnya kekayaan alam Indonesia.

3. Negara Terletak di Belahan Dunia yang sangat Strategis?



Negara Indonesia terletak di belahan dunia yang sangat Strategis untuk konfrontasi dengan negara lain apabila terjadi bencana perang. Dalam pandangan dan penilaian umum dulu, Indonesia sangat strategis dalam jalur pelayaran untuk perdagangan. Tapi kini pandangan tersebut mungkin sudah tidak berlaku lagi, mengingat perdagangan saat ini sudah banyak dikuasai oleh negara Cina, Korea dan Jepang, Sedangkan indonesia hanya kebagian sisannya saja.

Kenyataan ini bisa dibuktikan dengan betapa lemahnya ekonomi Indonesia saat ini, mengapa? Coba saja anda bayangkan betapa memalukannya negara yang disebut negara agraris tapi menjadi salah satu negara pengimpor beras terbesar di dunia, belum lagi daging yang dulunya peng ekspor daging, kini malah meng impor daging sapi, sudah begitu dikorupsi pula.

4. Gampang Korupsi Kolusi dan Nepotisme



Untuk urusan Korupsi Kolusi dan Nepotisme, kelihatannya bisa ikut nimbrung juga, dan apabila terjadi pada bawahan seperti para menterinya ikut juga terlibat, gampang kok cuci tangannya.
Contohnya sampai saat ini kasus Bank Century dan kasus Hambalang yang menghabiskan uang rakyat sampai trilyunan, tenang .. tenang saja presidennya ..ini satu contoh betapa ringannya tugas presiden di Indonesia.

5. Hukumannya lemah dan ringan bila melanggar sumpah Jabatan



Dari dulu sampai sekarang dan dalam sejarahnya, menjadi Presiden di indonesia belum pernah ada yang dihukum karena melanggar sumpah jabatan.

Dan apabila kelak anda jadi presiden dengan melakukan hal yang tidak baik seperti korupsi atau magang jadi bandar narkoba misalnya, Jangan takut di hukum dan dipenjara, karena sudah banyak buktinya penjara di Indonesia itu enak, dan buktinya sekarang ini para koruptor atau bandar narkoba kelas berat yang masuk penjara, tenang saja. Malahan mereka bisa jadi raja di didalam sana.

Coba bayangkan apabila anda yang notabene seorang presiden yang masuk penjara, tentunya didalam sana bisa menjadi seorang dewa.

Jadi pada dasarnya tidak akan takut kehilangan istana, sebab didalam akan dibangun dan disediakan sebuah istana bahkan mungkin bisa lebih megah dibanding istana presiden yang sesungguhnya.

6. Rakyatnya Cuma bisa protes dan Demo terhadap Keputusan dan Kebijakan



Inlah yang banyak terjadi saat ini, kita hanya bisa marah dan geram menyaksikan kebijakan yang selalu membebani orang seperti aku yang pengangguran. Sudah tidak punya pekerjaan untuk menghasilkan uang eh malah harga kebutuhan pokok pada melambung tinggi, listrik naik, minyak naik, gas naik, bensin naik, beras naik sedang yang bisa dilakukan orang seperti saya adalah darah yang ada dikepala yang ikut naik.

Kalau rakyat biasa hanya bisa protes, Dan untuk itu wajar saja kalau rakyat CUMA bisa mengeluh dan protes tanpa bisa berbuat apa-apa.

anehnya ada dalam satu acara tayang televisi yang ditonton hampir 100 juta pemirsa setiap selasa malam, ya mungkin anda juga salah satu penonton ILC atau Indonesia Lawyers Club pada salah satu program TV ONE., yang notabene adalah isinya para pakar hukum, bahkan juga dihadiri oleh banyak dari anggota DPR tapi bisa nya Cuma kasih komentar ..
Apa mereka tidak malu yah .. kok kerjanya Cuma ngomong doang, kalau begitu tidak berbeda dengan saya, yang tidak bisa berbuat apa-apa..

Mungkin kalau saya nanti ketemu sama bang Karni Ilyas, saya yang akan mengusulkan ILC itu dibubarkan saja. Sebab kalau materi Cuma komentar doang tanpa realisasinya .. percuma saja atuh..
Mendingan para ahli kukum dan para nggota DPR itu jadi seperti saya. OM-DO ..!!!

Makanya jadi Presiden di Indonesia itu enak, tidak perlu memikirkan orang seperti saya.

7. Di indonesia bukan Pemimpinnya yang melayani Rakyat tapi Rakyatlah yg kebanyakan Melayani Pemimpinnya



Gambaran diatas adalah mencerminkan semakin bobroknya buat para pemimpin di indonesia. Meski begitu tampilan perlente dengan jas dan dasi bukan jaminan bila disebut bukan pengemis. Anehnya yang benar-benar pengemis malah banyak digaruk satpol PP, sedangkan Pengemis bertampang perlente .. aman-aman dan anteng saja masih minta disuapi.

Makanya jangan heran kalau kasus SUAP para penguasa semakin merajalela di Indonesia ,, karena para penguasanya ternyata banyak yang KELAPARAN .....

Untuk itu kepada anda yang kelak bisa jadi Presiden RI, jangkan sungkan untuk blusukan ketempat para pengemis, agar kelakuan anda kalau jadi pengemis setidaknya bisa tersamarkan ketika anda MENGEMIS ....

Begitulah kira-kira gambaran dari tulisan saya mengenai Hebatnya Apabila Bisa Menjadi Presiden Republik Indonesia?

Semoga saja kelak bila anda bisa menjadi Presiden RI berikutnya, bisa menjadi lebih baik dibanding seperti gambaran yang saya tulis diatas.

Namun justru yang paling menarik adalah membayangkan kira-kira apa yang akan anda perbuat?. Adakah sesuatu yang luarbiasa dapat anda lakukan ataukah anda akan sama dengan protokoler presiden-presiden sebelumnya, seperti dalam mengelola negeri luarbiasa dan katanya maha kaya raya ini?


Tanpa mengecilkan sumbangsih dari presiden-presiden sebelumnya terhadap negeri ini, so…. apa yang anda akan lakukan kelak (ketika anda menjadi Presiden) terhadap kesejahteraan penduduk negeri yang notabene saat ini banyak Koruptornya? Masihkah memimpikan untuk tetap menjadi Presiden dengan sejuta angan dan salah satunya bisa memperkaya diri ..
Itu semua terserah anda ...

Yang pasti, jangan anda ketemu saya bila anda kelak jadi presiden dan korupsi ..apalagi magang jadi bandar Norkoba, sebab sayalah orang yang pertama menggantung anda dipohon toge.

Sekian .. semoga saja kelak bila anda menjadi Presiden RI bisa berlaku adil terhadap rakyatnya dan yang paling penting bisa membawa perubahan yang lebih baik, bisa menjadi panutan bukan hanya warga indonesia tapi bisa menjadi panutan warga diseluruh dunia ... ammiin.

Baca juga artikel saya tentang >>>
Empat Presiden RI Pernah di Kudeta dan Tumbang, Bagaimana SBY?

Edit; wawansurya
Sumber ;
http://wawansurya.de.vu
http://wawansurya.tk
http://wawansurya.infos.st
http://wwbisnis.blogspot.com
www.affiliate-waones.com
http://waones-sbm.blogspot.com
http://mitra-sbm.blogspot.com

Terima kasih sudah Mau Berkunjung Keblog Ini .. bila ada yang tidak berkenan .... Comment aja ... yah!!!

merchant 
Search Engine

»»  READ MORE ...