Tampilkan postingan dengan label Space and tecnonology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Space and tecnonology. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 November 2013

Down the Natural Universe - Using Time Machine with Penetrating the Space Ways






Penjelajahan Antar Bintang Menggunakan Mesin Waktu 
Perjalanan Singkat dengan Konsep Menembus Ruang dan Waktu



Sudah lama saya ingin membahas tentang bagaimana dan sejauh mana kemungkinan kita bisa menjelajah dan menyusuri jaga raya dan waktu secara masuk akal, bukan hanya sekedar angan imajinaif tapi lebih dari kemungkinan dengan penjelasan secara ilmiah dan paparan serta penjelesan berdasarkan bukti.

Untuk itu pada kesempatan ini saya mencoba menggali sejauh mana kemungkinan itu sudah terjadi dengan pembuktian bahwa manusia sekarang sebenarnya sudah bisa mengarungi jagad raya, bahkan bukan hanya yang disebut tempat (ruang) saja yang menurut pandangan kebanyakan orang saat ini adalah suatu hal yang mustahil karena begitu jauhnya jarak untuk bisa dikunjungi, tetapi menurut saya manusia saat ini sudah bisa mengarungi dan melintasi batas yang disebut waktu.

Di beberapa film fiksi ilmiah salah satunya seperti film Star Trek sesungguhnya gambaran perjalanan dan penjelajahan dengan waktu yang sangat singkat untuk mencapai tujuan seperti dalam film tersebut bahwasannya manusia saat ini sudah memulainya dan mungkin sudah lama terjadi, hanya saja kita sebagai bagian dari orang awam tidak tahu bahkan tidak mau tahu bahwa peralatan atau mesin untuk melintasi batas sudah lama tercipta dan digunakan, dan bukan hanya mesin yang super canggih yang sudah tercipta, sarana penunjang yang utama seperti cara melintasi dan menembus waktu pun sudah lama terpecahkan.

Kalaupun kita tidak tahu dengan keadaan bahwa moment yang sangat penting itu kita tidak tahu, inipun tidak bisa kita disalahkan sepenuhnya, mengingat moment ini mungkin sangat begitu rahasia bagi negara yang sudah bisa membuat dan memecahkan teorinya. Bahkan bisa dikatakan SuperTop Secret.

Dibawah ini adalah beberapa sub judul yang isinya saya kumpulkan dari tulisan-tulisan baik melalui media sosial, blog atau website, serta kutipan dari buku-buku yang dikarang oleh para Ilmuwan dalam Bidang Fisika. Yang tentunya sebagai pembelajaran dan penguat argumen terhadap pembuktian yang saya tulis, disamping saya melengkapi gambarnya sebagai penambah khasanah tulisan saya saja.


Teori Gerak Ruang dan Waktu

Tentang Perjalanan Ruang atau tempat adalah pergerakan atau perpindahan kita dari satu tempat ketempat yang lainnya dengan memerlukan waktu, ibarat kita saat ini sedang ada dibumi dan pada hitungan detik berikutnya kita sudah sampai di Planet Mars. Sedangkan perjalanan waktu adalah sebuah konsep berjalan maju atau mundur ke titik berbeda dalam waktu, mirip seperti kita bergerak dalam ruang.

Tanpa kita sadari manusia nyatanya selalu berjalan dalam waktu; dalam cara segaris, dari waktu sekarang ke masa depan per satuan waktu sampai kematiannya.

Dalam fisika, konsep perjalanan waktu telah digunakan untuk memeriksa konsekuensi teori fisika seperti relativitas khusus, relativitas umum dan mekanika kuantum. Tidak ada bukti eksperimen dari perjalanan waktu, dan juga tidak dimengerti apakah teori fisika sekarang ini mengijinkan perjalan waktu dalam segala bentuk. Namun, ada teori yang mengijinkan tentang kemungkinan melipat waktu untuk meloncat dari suatu titik ke titik lainnya.

Beberapa teori, yang paling terkenal adalah relativitas khusus dan umum, menyarankan bahwa geometri yang tepat dari ruang-waktu, atau beberapa jenis gerakan dalam ruang, dapat memungkinkan kita berjalan ke masa lampau dan masa depan bila geometri atau gerakan ini memungkinkan. Telah dipastikan bahwa efek relativitas dan gravitasional dilasi waktu dapat menyebabkan sebuah pejalan untuk mulai dan kembali di titik awal yang tetap diam, untuk tiba pada waktu yang lebih jauh ke masa depan yang bingkai referensi dari subyektif waktu terlalui mereka indikasikan.

Konsep Fisika – Relativitas
Teori Albert Einstein yang disebut relativitas khusus (dan, sebagai tambahan, teori relativitas umum) secara eksplisit memperbolehkan sejenis dilasi waktu yang secara biasa disebut perjalanan waktu. Teori ini mengungkapkan bahwa bagi seorang pengamat yang diam secara relatif, waktu kelihatannya berjalan lebih lambat bagi sebuah obyek yang bergerak dengan lebih cepat.

Banyak anggota komunitas ilmiah percaya bahwa perjalanan waktu itu kemungkinan besar tidak mungkin. Kepercayaan ini terutama berdasarkan pisau cukur Occam. Setiap teori yang memperbolehkan perjalanan waktu menuntut bahwa semua isyu kausalitas harus terpecahkan. Apakah yang terjadi jika seseorang kembali ke masa lampau dan membunuh kakeknya?- lihat paradoks kakek. Dan juga, ketiadaan bukti eksperimental tentang adanya perjalanan waktu, maka secara teori lebih mudah diasumsikan bahwa hal ini tidak terjadi. Dan memang,

Stephen Hawking pernah berkata bahwa ketiadaan wisawatan atau turis dari masa depan yang menjenguk kita merupakan sebuah argumentasi yang kuat dalam menentang adanya fenomena ini. Argumentasinya ini merupakan sebuah variasi dari paradoks Fermi, yang menentang akan adanya mahluk luar angkasa. Namun di sisi lain, asumsi bahwa perjalanan waktu itu mustahil merupakan hal yang menarik pula bagi para fisikawan karena ini menimbulkan pertanyaan mengapa tidak dan hukum fisika apa yang tidak memperbolehkannya.


Manusia Sudah Mampu Membuat Mesin Waktu


Profesor Brian Cox - dailymail.co.uk

Mesin waktu bukan sekadar khayalan. Seorang profesor bernama Brian Cox mengklaim bahwa perjalanan menembus waktu itu memungkinkan, dan manusia juga bisa membuat mesinnya.

Berbicara di British Science Festival, Cox mengungkap banyak temuannya tentang perjalanan menembus waktu. Cox menyatakan pada pengunjung bahwa kita benar-benar bisa membuat mesin waktu.

Namun teorinya hanya dapat bekerja untuk bepergian ke masa depan, bukan ke masa lalu. Cox juga menjelaskan bahwa jika kita sudah berada di masa depan, kita tidak akan bisa kembali lagi ke masa sebelumnya.

Menurut Cox, perjalanan menembus waktu bahkan sudah dilakukan, meski baru pada skala sangat kecil.
Dalam artian, teknologi untuk memindahkan hal besar seperti manusia ke masa depan saat ini masih belum ada, dan tidak akan pernah ada yang bisa membawa orang kembali ke masa lalu.

"Anda dapat pergi ke masa depan, Anda punya kebebasan bergerak total ke masa depan," kata Cox, seperti dinukil Dailymail.

Teori ini berdasarkan pada teori relativitas Albert Einstein yang menyatakan untuk melakukan perjalanan ke masa depan, objek yang dipindahkan perlu mencapai kecepatan nyaris secepat kecepatan cahaya.

Ketika objek tersebut mencapai kecepatan ini, waktu akan melambat turun tetapi hanya untuk objek tersebut. Misalnya, orang-orang yang terbang di atas wilayah Atlantik akan merasakan berlalunya waktu sedikit lebih lambat daripada orang-orang di darat.

"Jika Anda bergerak cepat, waktu Anda akan berjalan relatif lambat ketimbang orang-orang yang diam. Saat Anda mendekati kecepatan cahaya, waktu akan berjalan sangat lambat sehingga Anda bisa menuju 10.000 tahun di masa depan," jelas sang profesor.

Cox menyatakan bahwa teori ini bisa disebut teori lubang cacing atau wormhole theory, tetapi kebanyakan fisikawan justru meragukannya.

Bagaimana menurut Anda?


Kisah Seorang Pria Pembuat Mesin Waktu

Mike Marcum membuat heboh ketika pada tahun 1995 muncul di acara radio Coast to Coast dan mengatakan bahwa ia memiliki konsep mesin waktu yang dapat direalisasikan. Entahkah mesin waktu itu bekerja atau tidak, tapi konon kabarnya, sejak tahun 1997, Mike Marcum menghilang tanpa jejak. Apakah ia berhasil melakukan perjalanan lintas waktu ?

Orang-orang menyebutnya Mike "Mad" Marcum. Pada tahun 1995, Ia mencoba untuk membuat sebuah mesin waktu dari serambi rumahnya di Missouri, Amerika Serikat. Ia memberikan alasannya membuat mesin waktu, yaitu untuk melihat nomor lotere yang akan keluar dari masa depan.

Pada tahun 1995, Marcum baru berusia 21 tahun dan kuliah di bidang kelistrikan. Menurut orang-orang yang mengenalnya, Marcum memang dikenal sebagai seorang yang cerdas.

Dalam wawancaranya dengan Art Bell, Host dari acara radio Coast to Coast, Marcum mengatakan bahwa ia menciptakan mesin waktu dengan "Tangga Yakub".

Tangga Yakub adalah sebuah peralatan yang memiliki dua batangan logam dengan percikan-percikan listrik diantaranya. Dalam film-film kuno, konsep tangga Yakub dapat kita lihat sebagai alat yang menciptakan kehidupan bagi Frankenstein. Dan seperti Frankenstein, menurut Marcum, sesuatu yang besar terjadi ketika Tangga Yakub-nya dijalankan.

"

Tepat diatas Tangga Yakub, tercipta sebuah kondisi panas dengan lingkaran di tengahnya." Kata Marcum pada saat wawancara dengan Art Bell. "Pada mulanya, aku tidak mengetahui dengan pasti apa yang sedang terjadi. Bahkan sampai saat ini aku masih belum yakin."

Menurut Marcum, Ia kemudian melemparkan sebuah sekrup ke dalam lingkaran itu.

"Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, jadi aku mencoba melempar sekrup kedalamnya dan melihat apa yang terjadi," Katanya kepada Bell. "Setelah aku melemparnya, aku tidak melihat sekrup itu lagi."

Sekrup itu hilang, kata Marcum, lalu beberapa detik kemudian, muncul kembali secara tiba-tiba beberapa kaki dari tempatnya berdiri.

Dipenuhi rasa ingin tahu, Marcum lalu memutuskan melakukan sesuatu. Ia membuat Tangga Yakub sebesar manusia dengan 168 elektromagnetik di serambi rumahnya. Setelah Tangga Yakubnya selesai, Marcum masih memiliki satu masalah. Ia membutuhkan sumber listrik.

Jadi, dengan obsesinya yang menggebu, ia pergi ke sebuah gardu listrik di St Joseph dan mencuri 6 transformer dari situ.

Sherif Eugene Lupfer yang mengetahui hal itu segera menuju rumah Marcum dan menemukan keenam transformer tersebut telah terinstall ke Tangga Yakub-nya. Sebelum Marcum menyalakan peralatannya, Sherif telah memborgol tangannya dan menggiringnya ke penjara.



Setelah menjalani hukuman penjara selama beberapa lama, Marcum dibebaskan. Ia kemudian pindah ke sebuah Apartemen di St. Joseph dan mulai mengerjakan mesin waktunya kembali. Namun kemudian, pemilik apartemen mengusirnya. Menurut The New York Times, ia diusir karena memindahkan seekor kucing "sejauh satu blok". Entah apa maksudnya.

Pada tahun 1996, Marcum kembali muncul di acara radio Coast to Coast. Pada saat itu ia mengatakan bahwa 30 hari lagi ia dapat menyelesaikan mesin waktunya.

Itu adalah kemunculannya yang terakhir. Pada Januari 1997, Marcum menghilang.

Setelah hilangnya Marcum, seorang pria dari Orange County menelepon Art Bell. Ia mengatakan bahwa ia ingat dengan sebuah foto dari surat kabar edisi beberapa tahun lalu yang menceritakan sebuah peristiwa misterius yang terjadi pada tahun 1920an.

Menurut surat kabar tersebut, pada tahun 1920an, polisi menemukan mayat seorang pria di sebuah tabung besar yang aneh. Tubuh pria tersebut hancur berantakan. Disebelah tubuh tersebut ditemukan sebuah peralatan aneh. Para polisi saat itu tidak bisa mengidentifikasi peralatan itu atau identitas mayat itu. Penyebab kematiannya juga tidak dapat dipecahkan.

Pria dari Orange County ini kemudian ingat kepada foto tersebut dan ia mengatakan bahwa peralatan disamping mayat tersebut mirip dengan sebuah ponsel.

Apakah Marcum berhasil melakukan perjalanan lintas waktu ke masa lalu ? Apakah mayat pria tersebut adalah Marcum ?

Berbeda dengan Andrew Carlssin yang memang cenderung fiktif, kisah Mike Marcum adalah sebuah kisah nyata. Ia bukan tokoh fantasi. Kemunculannya di Coast to Coast juga nyata. Mesin waktu yang dibangunnya juga nyata. Pencurian enam transformernya juga nyata. Satu-satunya yang meragukan adalah keberhasilannya membuat mesin waktu.

Dan mungkin juga Marcum tidak menghilang, mungkin ia memutuskan untuk menyerah dan bekerja sebagai tukang listrik di Missouri. Atau mungkin ia sedang mencoba mengerjakan mesin waktu lainnya. Kita tidak tahu pasti.

Saya suka dengan Marcum karena ia adalah pria biasa seperti kita. Bila Prof. Ronald Mallet membuat mesin waktu untuk menyelamatkan ayahnya, Marcum, secara sederhana dan polos mengatakan bahwa ia hanya ingin mengetahui nomor lotere yang akan keluar. Ia tidak berusaha menjadi pahlawan dengan memberikan alasan mulia untuk usahanya.

Jadi, saya memutuskan untuk tetap menulis kisah hidup Marcum tanpa peduli apakah mesin waktunya benar-benar bekerja. Mudah-mudahan kisah Marcum bisa sedikit memuaskan fantasi kita mengenai Time Travel.


Project Time Tunnel By USA
Pembuatan Mesin Waktu (Telah Diciptakan Oleh Amerika)



Pasti kita semua dibuat penasaran dengan salah satu Mega Proyeknya Amerika, kira-kira Proyek ini apa benar sudah dikembangkan dan sudah berjalan? Apakah Proyek dengan pembuatan mesin waktu tersebut sudah berfungsi dengan baik? mengapa Amerika mengadakan Proyek dengan membuat Mesin waktu yang begitu Besar? Dan yang Pasti apakah Proyek tersebut benar-benar ada?

Inilah salah satu jawabannya, sebuah Mesin raksasa yang diberi nama “Large Hadron Collider (LHC)” milik CERN sebuah mesin waktu yang saat ini dianggap sebagai mesin waktu paling pertama dibuat dalam sejarah umat manusia.
----------
Untuk mengetahui selengkapnya dan melihat gambarnya selengkapnya dibawah ini(Klik Open)

Dari hasil riset yang dibawa oleh Irina Arefieva dan Igor Volovich, ”Dalam relativitas umum, waktu digambarkan dalam kurva ruang-waktu berawal dari masa lalu ke masa depan. Tetapi adakalanya kurva tersebut akan berpotongan, seperti kurva tertutup, yang diinterpretasikan sebagai sebuah mesin waktu - sekaligus memunculkan kemungkinan perjalanan waktu (time travel).



Dua proton ditembakkan dalam arah yang berlawanan dan bertubrukan di 4 titik sepanjang lintasannya - meniru kondisi “Big Bang” dari “plasma kosmik”. Plasma kosmik adalah keadaan hampir cair yg masih merupakan misteri, yang terbentuk sebelum partikel-partikel itu dingin agar terbentuk atom bersama-sama. LHC akan memaksa partikel-partikel ini lepas dari ikatannya, menjadi substansi dari zat yang terurai - untuk menciptakan “plasma kosmik” yang asli, dan merekonstruksi kondisi Big Bang (mudah-mudahan saja untuk skala kecil).

Beberapa fakta mengenai project ini:
• Perkiraan pembuatan memakan waktu 20 tahun dan sampai sekarang masih berlanjut;
• Terdiri atas satu team beranggotakan 7000 fisikawan yang berasal dari lebih 80 negara;
• Memiliki lintasan lingkaran 27 kilometer serta kedalaman sekitar 175 meter di bawah tanah; • Memiliki fasilitas untuk melakukan proses tubrukan antar proton, dengan kecepatan tinggi mendekati kecepatan cahaya;
• Memiliki terowongan yang besaaar, dapat dilalui oleh kereta api;
• Mampu menciptakan suhu temperatur hingga 1 juta kali lebih panas dari inti matahari;
• Terdapat magnet-magnet superkonduktor dimana didinginkan dengan temperatur lebih
dingin dari luar angkasa.

Mesin ini merupakan mesin paling paling paling rumit dan complex yang pernah dibuat oleh manusia. Besar mesin waktu tersebut kira-kira sepanjang 17 mil menyebrangi batas antara 2 buah Negara, terdapat detector pada 4 lokasi sebesar bangunan milik manusia, berlokasi di lubang goa yang sangat besar, jika anda ingin merasakan bagaimana mesin ini saat beroperasi sebaiknya jangan, karena anda akan terpengaruh efek radioaktif yang beraaat dan akan mengalami kejadian fatal.



Sebuah solenoid pada mesin tersebut, membutuhkan besi yang jumlahnya lebih banyak daripada besi untuk membangun menara Eiffel. Biaya pembangunan mesin ini sangat fantasis, sehingga pada tahun 1993, Amerika menghentikan proyeknya sendiri yaitu Superconducting Super Collider (meski terowongan sepanjang 14 mil telah mereka gali di Texas). Inti mesn tersebut yaitu memfokuskan energi besar ini ke dalam ruang sekecil mungkin. Seperti kata mereka: “Makin besar energinya, makin dahsyat pula partikel-partikel yang disemburkan”. Seberapa besar? Apa ini miniatur dari blackhole?





Jika mesin tersebut tidak berfungsi seperti tujuan utamanya yaitu bukan perjalanan waktu (time travel), hal yang menarik lain yang mungkin dihasilkan dari proyek LHC ini adalah Hari Kiamat!!!

Proyek LHC ini diperkirakan justru akan sangat berbahaya untuk dilanjutkan, lihat laporan ini. Bayangkan saja, ada sekelompok orang yang sedang membangun miniatur blackhole tidak jauh dari tempat tinggal kita. Siapa yang bisa percaya bahwa dijamin tidak akan terjadi sesuatu nantinya. Latar belakang pembuatan LHC ini mungkin hanya ingin mencari “partikel Tuhan” (Higgs Boson?) dan juga teori “Grand Unified Theory” dari seluruh kekuatan energi di jagat raya.

















Seluruh catatan yang menyebutkan LHC mungkin saja akan menghasilkan “Medium-sized Bang” atau mini blackhole yang tidak bisa dikendalikan, dibantah oleh ilmuwan-ilmuwan CERN: mereka meyakinkan kita bahwa “meski blackholes bisa diciptakan, hal ini masih terlalu kecil dan terlalu cepat jika dikatakan akan menghasilkan tenaga gravitasi yang kuat” Majalah Discover mengutip hal tersebut bahwa: “Proses collision (tubrukan proton) di LHC dapat menyemburkan massa baru yang aneh, dimensi ruang tersembunyi yang membentang, bahkan menciptakan dimulainya lagi kelahiran kecil jagat raya. Dan sekarang, seperti yang kita lihat - mungkin sekaligus mesin lorong waktu.” “Kita bahkan tidak tahu apa yag akan terjadi” ujar fisikawan Perancis, Yves Schutz. “Kita sekarang berada dalam domain energi yang tak seorangpun pernah menyentuhnya.”


Teori Penjelajahan Antar Bintang dengan Konsep Menembus Ruang dan Waktu



Movie Star Trek, mungkin dari kalian sudah pernah nonton semuanya.. serial televisi bertemakan Fiksi Ilmiah paling legendaris sepanjang masa ini? Mungkin tidak ada. Serial yang bertemakan Sci-fi ini bercerita mengenai kehidupan manusia di masa depan bersama-sama dengan spesies dari planet dan tata surya lain ( kalau tidak salah setting-nya di abad 24, CMIIW). Dalam seri pertamanya yang dikenal sebagai Star Trek : The Original Series, dikisahkan tentang petualangan pesawat ruang angkasa USS Enterprise (NCC-1701) dalam petualangan menjelajah ruang angkasa, mengunjungi planet-planet asing di beberapa konstelasi bintang yang berjarak ribuan tahun cahaya.

Perjalanan seperti dalam film diatas dapat dilakukukan sekarang ini atau yang sedang terjadi pada saat ini? lalu, kira-kira bagaimana caranya? apakah worm hole benar-benar ada seperti dalam Serial Star Trek pertama seri Voyager, yang menggambarkan perjalanan pesawat ruang angkasa USS Voyager NCC-74656 dengan kapten Kathryn Janeway (Kate Mulgrew) yang terlempar ke kuadran delta (yaitu perempat bagian lain dari galaksi bima sakti) oleh suatu kekuatan alien dan mencari jalan kembali ke bumi.

Adalah sebuah konsep mengenai perjalanan /penjelajahan antar bintang, dimana dengan memanfaatkan worm hole (lubang cacing), sebuah mesin pesawat dapat begitu cepat sampai ke suatu konstelasi bintang yang jaraknya sangat-sangat jauh dari tata surya kita.

Dari sebuah buku yang berjudul Fisika Modern Menyingkap Misteri Lubang Hitam, karya Yusman W, M.si, dipaparkan suatu konsep Fisika Modern mengenai permasalahan ini. Sebagaimana juga dipaparkan oleh Anwar Effendie dalam suatu bukunya, nampaknya apa yang sedang diselidiki Mellor dan Moss adalah suatu usaha untuk membuka sensor langit. Bila persoalan ini berhasil mereka pecahkan, maka erosfer dapat dimanfaatkan sebagai lorong waktu untuk mencapai tempat-tempat jauh yang dituju tanpa harus mati terkurung dalam sangkar peristiwa. Karena kecepatan pusingan ruang di ergosfer melebihi kecepatan cahaya, dengan sendirinya waktu menjadi beku, dan kita dapat menjelajah ruang berjarak miliaran tahun cahaya hanya dalam waktu sekejap saja!


Beberapa Teori Cara Melintas Batas menjelajahi Waktu



Selain perjalanan menembus langit dengan pesawat antariksa, masih ada cara lain yang "bebas hambatan". Bebas hambatan disini diartikan apabila pintu waktu telah ditembusnya. Sebab, kesulitannya justru pada awal pemberangkatannya karena harus menggunakan kepesatan cahaya untuk menembus ergosfer dan memperhitungkan pecahan badan pesawat yang harus menjadi korban memeasuki sangkar peristiwa.

Namun, sekali trik ilmu berhasil memecahkan dinding tenaga dahsyat yang menjadi pintu waktu tersebut, maka hambatan alam pun menjadi lenyap semuanya. Dikatakan trik ilmu, sebab secara wajar mustahil akan mampu mendobrak pintu waktu tersebut. Sama halnya seperti ketika abad antariksa dimulai pada tahun 1958. Sebenarnya, kemampuan teknologi pendorong roket masih terlalu lemah untuk dapat diluncurkan satelit atau pesawat dengan kecepatan 11 km/detik agar dapat lepas dari tarikan gravitasi bumi. Tetapi dengan cara menyusun beberapa pendorong ternyata manusia dapat mengatasi hambatannya.

Hambatan terbesar dalam mendobrak pintu waktu tersebut adalah ketahanan badan pesawat yang harus mampu bertahan terhadap guncangan maha dasyat dan tidak samapai robek dan hancur. Cara yang paling wajar adalah dengan membuat beberapa lapis badan pesawat dari bahan berketahanan tinggi, sehingga jika lapis terluar terobek hancur, masih ada lapis-lapis lainnya yang akan dijadikan korban secara bertahap, dan dua lapis terakhir yang akan pecah dua, yang luar untuk melawan pusingan ergosfer dan yang dalam adalah pesawat yang sebenarnya untuk menjelajah langit. Dapat juga dengan roket pendorong bersusun seperti teknologi roket sekarang. Roket pendorong terakhir adalah yang melawan pusingan ergosfer dan masuk ke sangkar peristiwa, sementara pesawatnya sendiri melesat ke depan.

Cara lain adalah dengan memproses bahan pesawat yang bersifat kenyal. Tetapi cara yang paling sesuai nampaknya adalah dengan menggunakan bahan anti benda. Dengan mempelajari sifat-sifat bahan tersebut menjadi benda wujud tampak atau semacam medan tenaga pengurung atau medan elektromagnet seperti dalam mesin-mesin pemercepat zarah. Teknologi pengurungan demikian sudah dimiliki oleh manusia di bumi, sehingga tidak akan terlalu sulit lagi dalam mempraktekannya. Yang masih harus di teliti antibendanya yang akan dijadikan sebagai bahan pesawat.

Bila zarah bertemu dengan antizarah, menurut teori pusingan elektron Dirac, mereka akan saling menghancurkan dan zarah itu akan dihisap ke dalam lubang dengan melepaskan tenaga tumbukan, dan zarah itu akan lenyap karena dia sudah berada dalam ruang tanpa waktu. Ini adalah celah-celah yang memungkinkan manusia dapat menembus waktu dengan selamat.

Seperti diungkap dalam teori lubang cacing (Worm Hole) yang sangat populer akhir-akhir ini, tentu saja kita tidak dapat mundur lebih jauh sebelum tercipta gerbang waktu antara kedua kecepatan waktu yang berbeda tersebut.

Salah satu bentuk dari mesin waktu seperti ini adalah terowongan yg menghubungkan dua buah atau lebih black hole.Pada tahun 1957 , Jhon Wheeler menyebut terowongan ini dengan istilah lubang cacing (Worm Hole).Lebih jauh mengenai Worm Hole,IDE menggunakan black hole dalam teori Wheeler tsb sebenarnya tidak cukup aman.Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa orang yang mendekati black hole harus sangat elastis atau akan tercabik-cabik dan hancur oleh tarikan gravitasinya yang sangat dasyat.

Batas ketahanan tubuh fisik manusia normal adalah tujuh kali gravitasi bumi, diatas nilai ambang tersebut maka fungsi organ tubuh akan terpengaruh.

Lalu, supaya perjalanan waktu ini lebih aman, digunakanlah ide untuk menggunakan zarah yang dapat mengurangi efek tarikan gravitasi, sehingga orang yang akan berjalan melintasi waktu berada pada daerah dengan gravitasi yang aman.

Penemuan paling mutahir menunjukkan bahwa black hole juga dapat muncul pada level zarah2 subatomik.Tentu saja implementasinya untuk mesin waktu jauh lebih sulit karena tubuh manusia harus dipecah2, dikirim, dan kemudian disusun kembali di tempat tujuan.

Berdasarkan penemuan tersebut, Michael Crichton , penulis Jurasic Park, menulis sebuah karya dalam bentuk novel fiksi ilmiah berjudul Timeline yang terbit pada tahun 1999.


Jika andaikata kita berhasil menciptakan mesin waktu, terus kita kembali ke masa lalu ,kemudian kita membunuh orang tua kita sebelum kita dilahirkan, apakah sejarah akan berubah?
Jika sejarah berubah, tentu kita tidak pernah akan lahir di Dunia fana ini dan tidak mungkin kembali kemasa lalu untuk membunuh orang tua kita sendiri. Secara keseluruhan , pertanyaan tersebut menjadi tidak benar dan menjadi sebuah paradoks.


Untuk menjawab permasalahan tersebut, para fisikawan memiliki dua pendapat yaitu;
Pertama : Sejarahlah yang konsisten, apapun yang kita lakukan setelah kembali ke masa lalu, kita tidak bisa mengubah sejarah.
Kedua : Ada Dunia lain yang bersifat paralel dengan dunia kita, yang mempunyai sejarah alternatif, apapun yang kita lakukan pada dunia yang kita kunjungi tersebut tidak mengubah sejarah pada dunia asal kita.

Para fisikawan barat cenderung setuju dengan sejarah alternatif, karena mereka percaya bahwa semua orang mempunyai kebebasan bertindak sehingga tidak terpengaruh oleh nasib yang sudah digariskan.

Salah satu Ekspresimen Mesin Waktu dengan Manusia yang dilakukan oleh DR Vadin A Cernobrov dari Rusia.Ekpresimen ini kurang berhasil dikarenakan kekurangan energi untuk mengoperasikannya

Sikap pesimis ditunjukkan oleh ilmuwan yg dianggap paling brilian setelah Albert Einstein , yaitu Stephen Hawking.Dalam catatan kuliah publiknya beliau mengatakan, "Jika di masa depan manusia dapat kembali ke masa lalu , kenapa kita tidak pernah menemukan satu pun penjelajah waktu tsb?'

Saya rasa Hawking terlalu cepat mengambil kesimpulan atas hal ini, dan mungkin beliau belum mengetahui beberapa perkembangan hasil penemuan dan penggalian arkeologi pada beberpa dasawarsa terakhir.
Beberapa fosil,seperti yang aku contohkan pada artikel "Penemuan-penemuan Penting dan Artefak Peradaban Manusia Jutaan Tahun Lalu", serta temuan membingungkan lainnya, mungkin itu bisa menjadi suatu bahan pemikiran baru bagi beliau.
http://waones-sbm.blogspot.com/2013/11/penemuan-penemuan-penting-dan-artefak.html

Namun,meskipun nantinya kita berhasil menciptakan mesin waktu, kita masih mempunyai satu kendala lagi , yaitu keterbatasan energi yang digunakan untuk mengoprasikan mesin waktu itu sendiri :)
Sampai saat ini permasalahan kebutuhan jumlah energi yang sangat besar untuk mesin waktu belum sepenuhnya terpecahkan.


Teori Relativitas umum dan Mekanika Quantum : Menyibak tentang Misteri Ruang dan Waktu

Oleh: Nur sidqon*
* Praktisi Ilmu Falak di Farabi Institute
Judul Buku : A Brief History Of Time – SejarahSingkatWaktu
Penulis : Stephen hawking
Penerbit : PT. Gramediapustakautama
TahunTerbit : Cetakan I, 2013
TebalBuku : 203 halaman
ISBN : 978-979-22-9212-1
Harga Buku : Rp. 55.000,-
.
Lewat buku ini yang berjudul “A brief history of time: Sejarah Singkat Waktu”, Stephen Hawking memberi informasi penting mengenai bagaimana alam semesta bermula-–dan apa yang memulainya? Adakah ujung alam semesta, dalam ruang maupun waktu? Adakah dimensi lain dalam alam semesta? Apa yang terjadi ketika alam semesta berakhir? Semua di bahas dalam buku setebal 203 halaman tersebut. Sehingga setelah membaca buku ini kegamangan mengenai konsepsi alam semesta yang meliputi ruang dan waktu mulai mendapati titik cerahnya.


--------------
Selengkapnya (Klik Open)

Dalam bukunya itu hawking memasukkan kemajuan teoretis dan pengamatan. Ia jabarkan kemajuan yang di capai akhir-akhir ini dalam menerima “dualitas” atau korespondensi antara teori-teori fisika yang sepintas tampak berbeda. Juga hasil dari pengamatan pengukuran fluktuasi radiasi latar gelombang mikro kosmik oleh COBE (Satelit Cosmic Background Explorer) dan kolaborasi lainya.

Pada umumnya para ilmuan dalam menjabarkan alam semesta biasanya berdasarkan dua teori dasar yang menjelaskan sebagian –teori relativitas umum dan mekanika kuantum. Tapi sayangnya ke dua teori ini tidak konsisten satu sama lain –tak mungkin benar kedua-duanya. Oleh karena itu, buku ini hadir dengan tujuan mencari teori baru yang akan mencakup keduanya sebagai satu teori pamungkas yang menjabarkan seluruh alam semesta.(hal. 12)

Dengan hadirnya buku “A brief history of time : sejarah singkat waktu” membawa pemahaman baru akan konsepsi ruang dan waktu sekaligus merupakan revolusi intelektual terbesar pada abad keduapuluh. Hawking mengubah gagasan lama alam semesta yang tak berubah, dan bisa telah dan terus ada selama-lamanya, di gantikan gagasan alam semesta yang dinamis dan mengembang yang bermula pada waktu tertentu yang sudah lampau dan berakhir pada waktu tertentu kelak (hal.35). Dalam hal ini Hawking mengakui adanya keterlibatan campur tangan Tuhan dalam proses penciptaan alam semesta.

Sama halnya dengan konsep waktu, selama ini yang kita tahu adalah waktu selalu bergerak maju. Maka dalam kehidupan nyata tidak pernah kita jumpai pecahan-pecahan gelas mendadak mengumpul dari lantai dan melompat kembali ke atas meja kemudian membentuk gelas yang utuh. Namun ruang waktu lain yang di perkenankan teori relativitas umum, dan memungkinkan perjalanan ke masa lalu sudah di temukan. Salah satunya adalah bagian dalam lubang hitam atau biasa di sebut lubang cacing (wormholes) yang berotasi (hal. 151).


Lubang hitam atau lubang cacing bak ‘jembatan waktu’ yang bisa mengantarkan seseorang ke masa lalu ataupun ke masa depan. Maka kita bisa membayangkan seseorang yang hari ini rumahnya kebakaran kembali ke masa lalunya guna mematikan batang rokok yang ada di kamarnya sehingga tidak akan pernah terjadi kebakaran.

Sepintas, semua yang dijelaskan dalam buku ini nampak seperti omong kosong belaka yang keluar dari khayalan seorang Stephen Hawking atau lebih mirip film-film fiksi sains yang menceritakan tentang manusia yang bisa kembali ke masa lalu dengan menggunakan mesin waktu. Akan tetapi sebagaimana yang telah kita ketahui banyak gagasan-gagasan fiksi sains masa lalu seperti kapal selam dan perjalanan ke Bulan, telah menjadi fakta sains di masa sekarang, di samping itu pembahasan ini memang sudah menjadi spesialisasi dari seorang Stephen hawking, yang merupakan Lucasian Profesor of Mthematics di University of Cmbridge. Di tambah dengan data-data hasil pengamatan terbaru menggunakan technologi yang canggih sehingga membuat orang tidak akan lagi menanyakan tentang kebenaran dari gagasan-gagasan tersebut.

Di dalam bukunya Stephen hawking tidak hanya menjelaskan gagasanya mengenai konsep alam semesta yang meliputi ruang dan waktu, gagasan dari tokoh-tokoh lain pun turut ia masukkan. Nama-nama seperti Aristoteles, Ptolomeus, Albert Einstein, Galileo Galilei, Isac Newton, Edwin Hubble, Immanuel kant serta Filsuf-filsuf dan Tokoh-tokoh astronomi lainya akan sering kita jumpai di setiap lembaran-lembaran buku ini. Baik sebagai pembanding gagasan mana yang lebih benar ataupun sekedar untuk menguatkan pendapat.

Membaca buku “A brief history of time: Sejarah Singkat Waktu” membuat kita membayangkan seakan sedang duduk dalam sebuah ruang, mendengarkan apa yang di diskusikan Hawking hingga akhirnya kepala kita mengangguk-ngangguk takjub di buatnya atas apa yang ia jelaskan kepada kita. Begitu mendalam sainsya, konsep-konsepnya sangat besar di barengi dengan bahasa penyampaian yang enak di baca, sehingga karena keahliannya dalam mengolah kata membuat sesuatu yang sukar menjadi mudah di baca sekaligus mudah di pahami.


Penutup
“Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata: "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang orang yang kena sihir."
Al Hijr 14-15

Alam semesta merupakan ruang raksasa yang sangat luas. Tersimpan banyak misteri di dalamnya, mulai dari waktu penciptaan hingga kapan alam semesta akan punah. Tentunya untuk mencari jawaban dari misteri-misteri tersebut butuh rasionalitas tinggi di sertai observasi yang didukung dengan teknologi canggih.

Selama ini kita hanya disuguhkan dengan istilah mesin waktu, entah itu dari cerita film penjelajahan antar bintang seperti dalam Star Trek, The Time Tunnel, Time Line bahkan serial Doraemon atau lainnya yang hanya suguhan bersifat fantasi belaka, padahal masalah mesin waktu ini mulai dari kalangan ilmuwan sampai pelajar bahkan orang gaptek sekalipun benar-benar ingin mengetahuinya.

Kalau saja negara seperti Amerika mau berbagi ilmu tentang apa yang sudah dicapainya yakni penemuan mesin waktu yang mampu mengirimkan kita ke masa lampau dan masa depan, tentunya kita semua mempunyai sebuah keinginan untuk mengunjungi beberapa zaman yang mungkin sekarang hanya kita baca lewat buku-buku sejarah, seperti bagaimana bangsa Mesir dulu membuat Piramida, atau bagaimana dan dimana kerajaan Atlantis yang sebenarnya...

Perjalanan Menembus Waktu adalah puncak ilmu manusia, karena dalam masa hidup kita yang hanya puluhan atau ratusan tahun, kita akan mampu menjelajahi galaksi-galaksi yang jauh bukan hanya sekali, tetapi berulang kali!! mengagumkan bukan?

Sampai disini postingan tentang Menyusuri Alam Jagad Raya - Menggunakan Mesin Waktu dengan Cara Menembus Ruang, semoga artikel atau tulisan diatas dapat bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda, salam sukses selalu ...


Sumber dan bahan tulisan;
wikipedia, nationalgeographic.com, dailymail.co.uk
(Dipfals-berbagai sumber)
Sumber gambar:
• http://mitra-sbm.blogspot.com/2012/09/analisa-tentang-alien-dan-ufo.html
• http://mitra-sbm.blogspot.com/2012/09/teori-alien-adalah-dewa-masyarakat-purba.html
Referensi:
*Sakti San Jaya, Teori Fisika Mesin Waktu.
*Dr. Yusman Wiyatmo, M.si, Fisika Modern Menyingkap Misteri Lubang hitam.
*Anwar Effendie, Perjalanan Ruang dan Waktu dalam Kaitannya dengan Penciptaan Alam Raya.
"http://en.wikipedia.org/wiki/Time_Traveller"
(ourstrangeworld.net)
www.inilah.com

Referensi ilmiah
• Paul Davies, About Time ISBN 0-684-81822-1
How to Build a Time Machine ISBN 0-14-200186-4
• J. Richard Gott, Time Travel in Einstein's Universe: The Physical Possibilities of Travel Through Time ISBN 0-618-25735-7
• Gribbin, In Search of Schrodinger's Cat
• Paul J. Nahin, Time Machines: Time Travel in Physics, Metaphysics, and Science Fiction ISBN 0-387-98571-9
• Pagels, Perfect Symmetry, the Search for the Beginning of Time
• Clifford A. Pickover, Time: A Traveler's Guide ISBN 0-19-513096-0
• Kornel Lanczos, On a Stationary Cosmology in the Sense of Einsteins Theory of Gravitation, 1924, republished in 1997 by Springer Science+Business Media B.V.
• W.J. van Stockum, The Gravitational Field of a Distribution of Particles Rotating about an Axis of Symmetry, 1936, Proceedings of the Royal Society of Edinburgh.
• Frank J. Tipler, Rotating Cylinders and the Possibility of Global Causality Violation, Physical Review D 9 (1974), 2203


Edit; wawansurya
Sumber ;
http://wawansurya.de.vu
http://wawansurya.tk
http://wawansurya.infos.st
http://wwbisnis.blogspot.com
www.affiliate-waones.com
http://waones-sbm.blogspot.com
http://mitra-sbm.blogspot.com
Terima kasih sudah Mau Berkunjung Keblog Ini .. bila ada yang tidak berkenan .... Comment aja ... yah!!!

merchant 
Search Engine

»»  READ MORE ...

Senin, 24 Desember 2012

Chronology Cause Sukhoi aircraft fall on Mount Salak-Indonesia








Tragedi Sukhoi Superjet 100





Setelah 9 bulan menunggu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya mengumumkan penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, pada Mei lalu. ...

Artikel ini saya sunting dari liputan beberapa berita terbaru mengenai investigasi dan keterangan mengenai sebab-sebab peristiwa jatuhnya Pesawat Sukhoi.

Foto-foto Eksclusive Musibah Pesawat Sukhoi superjet 100
Bukan maksud untuk ekpos atau publikasi yang tak sopan, tapi foto-foto yang saya kumpulkan ini sekedar mengenang, semoga para korban musibah sukhoi yang telah meninggal, diampunkan dosanya dan mendapatkan tempat yang layak dan diterima oleh Allah SWT.amiinn..

Para Pramugari, Kru, dan Pilot Sukhoi sebelum kena Musibah











Puing Reruntuhan Sukhoi






>

Evakuasi Jenajah Sukhoi yang jatuh












Berikut dibawah ini Rangkuman liputannya ;

- Kronologi Jatuhnya Sukhoi yang Nahas
Liputan6.com, Jakarta
Setelah lebih 8 bulan melakukan investigasi, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya mengumumkan penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, pada Mei lalu.


Dalam keterangan pers, di Kantor KNKT di Jakarta, Selasa (18/12/2010, Ketua KNKT Tatang Kurniadi menjelaskan detik demi detik kronologis jatuhnya pesawat nahas buatan Rusia tersebut.

Berikut kronologi yang dipaparkan KNKT:
- Pada pukul 14.20 WIB, pesawat tinggal landas dari landasan 06 bandara Halim Perdana Kusuma. Kemudian berbelok ke kanan hingga radial 200 HLM VOR dan naik ke ketinggian 10.000 kaki.

- Pada pukul 14.24 WIB, pilot melakukan komunikasi dengan Jakarta Approach dan memberikan informasi bahwa pesawat telah berada pada radial 200 HLM VOR dan telah mencapai ketinggian 10.000 kaki.

- Kemudian, pada pukul 14.26 WIB, pilot minta ijin turun ke ketinggian 6.000 kaki serta untuk membuat orbit (lintasan lingkaran) ke kanan. Ijin tersebut diberikan oleh petugas Jakarta Approach. Tujuannya agar pesawat tidak terlalu tinggi untuk proses pendaratan di Halim menggunakan landasan 06.

- Pada pukul 14.32 WIB lewat 26 detik, berdasar waktu yang di Flight Data Recorder/FDR (black box) pesawat menabrak tebing Gunung Salak pada radial 198 dan 28 Nm HLM VOR, atau pada koordinat 06-4245"S 106-4405"E dengan ketinggian sekitar 6000 kaki di atas permukaan laut.
38 Detik sebelum benturan, Terrain Awareness Warning System (TAWS) memberikan peringatan berupa suara; "Terain Ahead, Pull Up" dan diikuti enam kali "Avoid Terrain." Pilot In Command (PIC) mematikan (inhibi) TAWS tersebut karena berasumsi bahwa peringatan-peringatan tersbut diakibatkan oleh database yang bermasalah.

7 Detik menjelang tabrakan terdengar peringatan berupa "Landing Gear Not Down" yang berasal dari sistem peringatan pesawat. Peringatan "Landing Gear Not Down" aktif apabila pesawat pada ketinggian kurang dari 800 kaki diatas permukaan tanah dan roda pendarat belum diturunkan.

- Lantas, pada pukul 14.50 WIB, petugas Jakarta Approach menyadari bahwa target pesawat Sukhoi RRJ95B sudah hilang dari layar radar. Tidak ada bunyi peringatan sebelum lenyapnya titik target dari layar radar.

- Pada 10 Mei 2012, keesokan harinya, Basarnas berhasil menemukan lokasi pesawat. Semua awak pesawat dan penumpang meninggal dalam kecelakaan ini, serta pesawat dalam kondisi hancur.
Dan pada 15 Mei 2012, Cockpit Voice Recorder (CVR) telah ditemukan dalam keadaan hangus akan tetapi memory module dalam keadaan baik dan berisikan dua jam rekaman dengan kualitas yang baik. - -

- Pada 31 Mei 2012, Flight Data Recorder (CVR) ditemukan dalam keadaan baik dan berisikan 150 jam rekaman dari 471 parameter.

Kedua flight recorder (black box) ini dibaca di laboratorium milik KNKT oleh ahli dari KNKT dan disaksikan oleh ahli dari Rusia. Seluruh parameter berhasil didownload dan dari hasil download tersebut tidak ditemukan adanya indikasi kerusakan pada sistem pesawat selama penerbangan.
Hasil simulasi yang dilakukan setelah kejadian diketahui bahwa, TAWS berfungsi dengan baik dan memberikan peringatan dengan benar. Simulasi juga menunjukan bahwa benturan dapat dihindari jika dilakukan tindakan menghindar (recovery action) sampai dengan 24 detik setelah peringatan TAWS yang pertama.

Pelayanan Jakarta Radar belum mempunyai batas minimum untuk melakukan vector pada suatu daerah tertentu, dan minimum safe altitude warning (MSAW) yang ada pada sistem tidak memberikan peringatan pada petugas Jakarta Approach sampai dengan pesawat menabrak.(Ali)


- KNKT Umumkan Fakta Jatuhnya Sukhoi Superjet-100
Jakarta (ANTARA)
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengumumkan kelimabelas fakta jatuhnya pesawat Sukhoi RRJ 95B-97004 Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.
"Hasil investigasi KNKT dengan berbagai pihak terhadap jatuhnya pesawat Sukhoi dalam rangka meningkatkan keamanan penerbangan dan supaya tidak terulang lagi pada masa yang akan datang," kata Ketua KNKT Tatang Kurniadi dalam keterangan pers di Gedung KNKT, Jakarta, Selasa.


Kelima belas temuan KNKT yang menjadi fakta di balik Tragedi Sukhoi Superjet 100 itu adalah:

- Pertama, penerbangan direncanakan menggunakan aturan terbang secara instrumen pada ketinggian 10.000 kaki selama 30 menit dengan bahan bakar yang mampun untuk terbang selama 4 jam. Wilayah yang diizinkan untuk penerbangan ini adalah di area Bogor sementara itu pilot mempunyai asumsi bahwa penerbangan tersebut telah disetujui untuk terbang ke arah radial 200 HLM VOR sejauh 20 Nm.
- Kedua, peta yang tersedia pada pesawat tidak memuat informasi mengenai area Bogor sebagai area latih pesawat militer maupun kontur dari pegunungan disekitarnya.
- Ketiga, Dalam penerbangan tersebut Pilot In Command (PIC) bertugas sebagai pilot yang mengemudikan pesawat dan Second In Command (SIC) bertugas sebagai pilot monitoring. Di-cockpit, pada tempat duduk observer (jump seat) duduk seorang wakil dari calon pembeli.
- Keempat, pada pukul 14.20 WIB, pesawat tinggal landas dari landasan 06, kemudian berbelok ke kanan hingga mengikuti ke radial 200 HLM VOR dan naik ke ketinggian 10.000 kaki.
- Kelima, pukul 14.24 WIB, pilot melakukan komunikasi dengan Jakarta Approach (Menara Pengawas) dan memberikan informasi bahwa pesawat telah mencapai ketinggian 10.000 kaki.
- Keenam, pukul 14.26 WIB, pilot minta izin untuk turun ke ketinggian 6.000 kaki serta untuk membuat orbit (lintasan melingkar) ke kanan. Izin tersebut diberikan oleh petugas Jakarta Approach.
- Ketujuh, tujuan pilot untuk turun ke ketinggian 6.000 kaki dan membuat orbit adalah pesawat tidak terlalu tinggi untuk proses pendaratan di Halim menggunakan landasan 06.
- Kedelapan, pada pukul 14.32 lewat 26 detik WIB, berdasarkan waktu yang tercatat di Flight Data Recorder (FDR) pesawat menabrak tebing Gunung Salak pada koordinat 0642`45"S 10644`05"E dengan ketinggian sekitar 6.000 kaki di atas permukaan laut.
- Kesembilan, Tiga puluh delapan detik sebelum benturan, Terrain Awareness Warning System (TAWS) memberikan peringatan berupa suara: "Terrain Ahead, Pull Up" dan diikuti oleh enam kali "Avoid Terrain". PIC mematikan TAWS tersebut karena berasumsi bahwa peringatan-peringatan tersebut diakibatkan oleh database yang bermasalah.
- Kesepuluh, tujuh detik menjelang tabrakan, terdengar peringatan berupa suara "Landing Gear Not Down" yang berasal dari sistem peringatan pesawat. Peringatan tersebut aktif apabila pesawat berada pada ketinggian kurang dari 800 kaki di atas permukaan tanah dan roda pendarat belum diturunkan.
- Kesebelas, pada 14.50 WIB petugas Jakarta Approach menyadari bahwa target pesawat Sukhoi RRJ95B sudah hilang di layar radar. Tidak ada bunyi peringatan sebelum lenyapnya titik target pesawat dari layar radar.
- Keduabelas, pada 10 Mei 2012, Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) berhasil menemukan lokasi pesawat. Semua awak pesawat dan penumpang meninggal dalam kecelakaan ini serta pesawat dalam kondisi hancur.
- Ketigabelas, pada 15 Mei 2012, Cockpit Voice Recorder (CVR) ditemukan dalam keadaan hangus akan tetapi memory module dalam keadaan baik serta berisikan dua jam rekaman dengan kualitas baik.
- Keempatbelas, pada 31 Mei 2012, Flight Data Recorder (FDR) ditemukan dalam keadaan baik dan berisikan 150 jam rekaman dari 471 parameters.
- Kelimabelas, kedua flight recorder (black box) tersebut dibaca di laboratorium recorder milik KNKT oleh ahli dari KNKT dan disaksikan oleh ahli dari Rusia. Seluruh parameter berhasil di-download dan dari hasil download tersebut tidak ditemukan adanya indikasi kerusakan sistem pada pesawat selama penerbangan. (tp)


- Jatuhnya Sukhoi di Gunung Salak bukan karena Kerusakan Sistem
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Ketua KNKT (Komisi Nasional Keselamatan Transportasi), Tatang Kurniadi mengatakan bahwa penyebab kecelakaan pesawat Sukhoi RRJ-95B Registrasi 97004 di Gunung Salak Bogor pada 9 Mei 2012 bukan karena kerusakan sistem pesawat.

"Tidak ditemukan indikasi kerusakan sistem di pesawat Sukhoi RRJ-95B Registrasi 97004," kata Tatang Kurniadi dalam Konferensi Pers di Kantornya, Selasa (18/12/2012).
Hal tersebut disimpulkan setelah membaca Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR) oleh tim KNKT beserta ahli dari Russia.

CVR yang ditemukan pada 15 mei 2012, menunjukkan memory module dalam keadaan baik dan berisi 2 jam dengan kualitas baik. Sedangkan FDR ditemukan pada 31 mei 2012 yang berisi rekaman 150 jam dengan kualitas baik pula.


- KNKT: Ada Tiga Penyebab Pesawat Sukhoi Jatuh
Jakarta (ANTARA)
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyimpulkan ada tiga faktor penyebab yang berkontribusi terhadap jatuhnya pesawat Sukhoi RRJ 95B-97004 Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, kata Ketua KNKT Tatang Kurniadi.


"Hasil investigasi KNKT dengan berbagai pihak terhadap jatuhnya pesawat Sukhoi, menyimpulkan ada tiga faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut," Kata Tatang Kurniadi dalam keterangan pers di Gedung KNKT, Jakarta, Selasa.

Menurut Tatang, faktor pertama adalah awak pesawat tidak menyadari kondisi pegunungan di sekitar jalur penerbangan yang dilalui dikarenakan beberapa faktor, dan berakibat awak pesawat mengabaikan pihak dari "Terrain Awareness Warning" (TAWS).

"Pada pukul 14.26 WIB, pilot minta izin untuk turun ke ketinggian 6000 kaki serta untuk membuat orbit (lintasan melingkar) ke kanan agar pesawat tidak terlalu tinggi untuk proses pendaratan di Halim menggunakan landasan 06. Izin tersebut diberikan oleh petugas `Jakarta Approach`," ujar dia.
Ia mengatakan tiga puluh delapan (38) detik sebelum benturan, TAWS memberikan peringatan berupa suara: "Terrain Ahed, Pull UP" dan diikuti oleh enam (6) kali "Avoid Terrain". Pilot In Command (PIC) mematikan TAWS tersebut, karena berasumsi bahwa peringatan tersebut diakibatkan oleh "database" yang bermasalah.

Kedua, lanjut dia, Jakarta Radar belum mempunyai batas ketinggian minimum pada pesawat yang diberikan "vector" dan sistim dari Jakarta Radar belum dilengkapi dengan "Minimum Safe Altitude Warnin" (MSAW) yang berfungsi untuk daerah Gunung Salak.
"Pelayanan Jakarta Radar belum mempunyai batas ketinggian minimum untuk melakukan vector pada suatu daerah tertentu dan MSAW yang ada pada sistim tidak memberikan peringatan kepada petugas Jakarta Approach sampai dengan pesawat menabrak," paparnya.
Ia menjelaskan vector adalah perintah berupa arah yang diberikan oleh pengatur lalu lintas udara kepada pilot pada pelayanan radar.

Hal yang terakhir, kata dia, terjadi pengalihan perhatian terhadap awak pesawat dari percakapan yang berkepanjangan dan tidak terkait dengan penerbangan.
"Sehingga menyebabkan pilot yang menerbangkan pesawat tidak dengan segera merubah arah pesawat ketika orbit dan pesawat keluar dari orbit tanpa disengaja," ujarnya.(rr)


- Orang Ketiga di Ruang Pilot Sukhoi yang Jatuh
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Misteri tragedi pesawat Sukhoi Superjet (SSJ) 100 di gunung Salak, 9 Mei 2012, menyimpan jawaban mengejutkan. Tragedi yang merenggut 45 nyawa itu ternyata akibat obrolan bisnis di ruang kokpit. Obrolan itu membuat pilot keluar dari orbit.


Tribun Jakarta melaporkan, temuan terangkum dalam hasil investigasi bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan tim Rusia. Disebutkan, sebelum menabrak tebing Gunung Salak di ketinggian 6.000 dpl, sekitar pukul 14.00 lebih 32 menit dan 26 detik WIB, pilot Aleksandr Yablontsev yang asyik mengobrol dengan calon pembeli di pesawat Sukhoi RRJ 95B-97004 Superjet 100, tak menyadari pesawat keluar orbit.

Sekitar 38 detik sebelum menabrak tebing, pilot Aleksandr bahkan mematikan peringatan suara terrain ahead, pull up dan diikuti enam kali avoid terrain dari Terrain Awareness Warning System (TAWS).
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Tatang Kurniadi menduga pilot Aleksandr berasumsi peringatan-peringatan itu, akibat database yang bermasalah.

Tujuh detik jelang tabrakan, pilot lambat mengantisipasi tanda-tanda dini suara landing gear not down dari sistem peringatan pesawat. Peringatan itu aktif, manakala pesawat berada pada ketinggian kurang 800 kaki dari permukaan tanah dan roda pendaratan belum diturunkan.

Dalam hitungan detik, tragedi memilukan tak terhindarkan. Semua penumpang yang turut dalam penerbangan joy flight itu tewas berkeping-keping bersama SSJ-100 yang meledak.
Tepat pukul 14.50, petugas menara pengawas Bandara Halim Perdanakusuma baru menyadari, target (SSJ-100) hilang dari layar radar. Saat itu, tak ada bunyi peringatan sebelum pesawat lenyap dari layar radar.
"Terjadi pengalihan perhatian terhadap awak pesawat dari percakapan berkepanjangan yang tak terkait penerbangan. Ini menyebabkan pilot tak segera mengubah arah pesawat ketika orbit dan pesawat keluar dari orbit tanpa disengaja," ujar Tatang saat menggelar jumpa pers di Gedung KNKT Jakarta, Selasa (18/12/2012).

Di kokpit Sukhoi kala itu ada tiga orang, selain pilot dan co-pilot. Tatang mengungkapkan, saat demonstration flight itu, tiga orang yang duduk di kokpit adalah pilot in command (PIC) yang bertugas sebagai pilot yang mengemudikan pesawat.
Lalu, satu orang sebagai pilot monitoring. "Satu lagi pada tempat duduk observer, duduk seorang wakil calon pembeli," ungkap Tatang.

Menurut Tatang, calon pembeli tersebut bukanlah pilot yang bisa duduk di kokpit. Kendati begitu, kata Tatang, wajar jika ada non-pilot yang merupakan calon pembeli ada di kokpit, terutama saat penerbangan promo. "Ya calon pembeli itu ingin tahu lebih lanjut tentang fitur pesawat yang ada," jelasnya.
Menurut Tatang, ada tiga faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan SSJ-100. Faktor pertama awak pesawat tak menyadari kondisi pegunungan pada jalur yang dilalui.
"Ini mengakibatkan awak mengabaikan peringatan dari terrain avoidance and warning system. Faktor kedua, lemahnya sistem kontrol di Jakarta yang belum dilengkapi data batas tinggi minimum penerbangan," tuturnya.

Sistem kontrol di Jakarta juga belum memiliki sistem peringatan untuk penerbangan di Gunung Salak. Faktor ketiga adalah adanya distraksi yang mengalihkan perhatian pilot. Distraksi itu adalah percakapan berkepanjangan pilot dengan wakil calon pembeli SSJ-100 yang tak terkait penerbangan di kokpit Sukhoi.
"Akibatnya, pilot tidak segera mengubah arah pesawat keluar dari orbit," tandas Tatang.
Mengenai obrolan bisnis itu, Ketua Tim Penyidik KNKT, Mardjono Siswosuwarno mengungkapkan, tim investigasi menemukan fakta bahwa sempat ada diskusi antara pilot dan tamu Sukhoi yang duduk di kokpit.
"Ada diskusi antara tamu dan pilot tentang fuel consumption selama 38 detik," ujar Mardjono. Kemudian, kata dia, sempat ada juga pembicaraan mengenai rencana pesawat berbalik arah ke Bandara Halim Perdanakusumah.
"Sempat ada pertanyaan dari kapten, kita mau pulang apa terus membuat orbit?" tutur Mardjono. Pertanyaan itu diajukan tiga kali. Karena pertanyaan diajukan ketika mengemudikan pesawat, diduga pilot mengambil arah yang tak seharusnya.
"Pilot minta heading 300 ke barat laut, tapi kemudian di sini pilot seperti menyelonong," jelas Mardjono. Pesawat Sukhoi itu menabrak Gunung Salak pukul 0732;16 UTC atau pukul 14:32:16 WIB berdasarkan waktu yang tercatat di Flight Data Recorder (FDR) pada radial 198 dan 28 Nautical Mile (NM) HLM VOR atau pada koordinat 06 derajat 42'45'S106 derajat 44'05"E dengan ketinggian sekitar 6000 kaki di atas permukaan laut. ika
Pilot Abaikan Alarm Darurat
Begitulah Kronologi Jatuhnya Pesawat Sukhoi RRJ-95B,ujarnya ..


- Pesawat Sukhoi Sempat Hindari Tebing Gunung Salak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Kecelakaan pesawat Sukhoi RRJ-95B bernomor registrasi 97004 di Gunung Salak pada 9 Mei 2012, dapat dihindari 24 detik usai peringatan Terrain Awareness and Warning Systems (TAWS) pertama.
"Benturan dapat dihindari sampai 24 detik, sampai TAWS pertama," kata Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi di kantornya, Selasa (18/12/2012).


Tatang menjelaskan, 38 detik sebelum benturan, TAWS memberikan peringatan berupa suara 'Terrain Ahead, Pull Up, dan diikuti oleh enam kali 'Avoid Terrain'.
"PIC mematikan (inhibit) TAWS, karena berasumsi bahwa peringatan-peringatan tersebut diakibatkan database yang bermasalah," jelas Tatang.
Tujuh detik menjelang tabrakan, paparnya, terdengar peringatan berupa suara 'Landing Gear Not Down' yang berasal dari sistem peringatan pesawat.

Peringatan tersebut aktif bila pesawat berada pada ketinggian kurang dari 800 kaki di atas permukaan tanah, dan roda pendarat belum diturunkan.
Pada pukul 14.50 WIB, petugas Jakarta Approach menyadari bahwa target pesawat Sukhoi RRJ95B sudah hilang di layar radar.(*)


- KNKT: Tidak Ada Kerusakan Sistem Pesawat Sukhoi
Jakarta (ANTARA)
Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) tidak menemukan indikasi kerusakan pada sistem pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat, setelah mengunduh seluruh data dari kotak hitam (black box), kata Ketua Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi.

"Seluruh parameter berhasil di-`download` dan dari hasilnya, tidak ada indikasi kerusakan sistem pesawat selama penerbangan," kata Tatang Kurniadi, dalam konferensi pers mengenai hasil investigasi akhir kecelakaan pesawat Sukhoi SJ 100, di Jakarta, Selasa.
Menurut Tatang, pengunduhan serta pembacaan data melibatkan pihak dari Rusia di laboratorium milik KNKT.
"Itu disaksikan ahli dari Rusia selaku produsen pesawat Sukhoi," katanya.
Ia mengatakan hasil simulasi yang dilakukan setelah kejadian diketahui bahwa, Terrain Awareness Warning System (TAWS) berfungsi dengan baik dan memberikan peringatan dengan benar.
"Simulasi juga menunjukkan bahwa benturan dapat dihindari jika dilakukan tindakan menghindar sampai dengan 24 detik setelah peringatan TAWS yang pertama," ujar dia.
Ia juga menjelaskan saat penerbangan promosi (demonstration flight) yang dilakukan Sukhoi Superjet100 pada 9 Mei 2012, terdapat tiga orang yang duduk di dalam kokpit.
"Ketiga orang tersebut adalah pilot in command (PIC) yang bertugas sebagai pilot yang mengemudikan pesawat, satu orang adalah pilot monitoring dan seorang wakil calon pembeli pada tempat duduk observer," katanya.
Calon pembeli tersebut, kata dia, bukanlah seorang pilot yang diijinkan berada di kokpit. Namun,itu hal yang wajar terutama saat penerbangan promosi.

"Calon pembeli itu ingin tahu lebih lanjut tentang fitur pesawat yang ada," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Investigasi in Charge KNKT Mardjono Siswosuwarno mengatakan ada pembicaraan antara pilot dan pihak calon pembeli pesawat yang dianggap sebagai gangguan dalam komunikasi.
"Ada obrolan pilot dengan pihak pembeli selama 38 detik yang merupakan distraksi atau pengalihan dari fokus perhatian," katanya.

Percakapan tersebut, lanjutnya, ditemukan di dalam Cockpit Voice Recorder (CVR) yang berdurasi dua jam rekaman dengan kualitas yang baik.
Hal itu menyebabkan pilot menerbangkan pesawat tidak segera mengubah arah ketika pesawat keluar dari orbit tanpa disengaja. (tp)


- Obrolan Bisnis Picu Kecelakaan Pesawat
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA
Misteri tragedi pesawat Sukhoi Superjet (SSJ) 100 di gunung Salak, 9 Mei 2012, menyimpan jawaban mengejutkan. Tragedi yang merenggut 45 nyawa itu ternyata akibat obrolan bisnis di ruang kokpit.
Obrolan itu membuat pilot keluar dari orbit.Hal ini terangkum dalam hasil investigasi bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan tim Rusia.

Disebutkan, sebelum menabrak tebing Gunung Salak di ketinggian 6.000 dpl, sekitar pukul 14.00 lebih 32 menit dan 26 detik WIB, pilot Aleksandr Yablontsev yang asyik mengobrol dengan calon pembeli di pesawat Sukhoi RRJ 95B-97004 Superjet 100, tak menyadari pesawat keluar orbit.

Sekitar 38 detik sebelum menabrak tebing, pilot Aleksandr bahkan mematikan peringatan suara terrain ahead, pull up dan diikuti enam kali avoid terrain dari Terrain Awareness Warning System (TAWS).
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Tatang Kurniadi menduga pilot Aleksandr berasumsi peringatan-peringatan itu, akibat database yang bermasalah.

Tujuh detik jelang tabrakan, pilot lambat mengantisipasi tanda-tanda dini suara landing gear not down dari sistem peringatan pesawat. Peringatan itu aktif, manakala pesawat berada pada ketinggian kurang 800 kaki dari permukaan tanah dan roda pendaratan belum diturunkan.

Dalam hitungan detik, tragedi memilukan tak terhindarkan. Semua penumpang yang turut dalam penerbangan joy flight itu tewas berkeping-keping bersama SSJ-100 yang meledak.
Tepat pukul 14.50, petugas menara pengawas Bandara Halim Perdanakusuma baru menyadari, target (SSJ-100) hilang dari layar radar. Saat itu, tak ada bunyi peringatan sebelum pesawat lenyap dari layar radar.
"Terjadi pengalihan perhatian terhadap awak pesawat dari percakapan berkepanjangan yang tak terkait penerbangan. Ini menyebabkan pilot tak segera mengubah arah pesawat ketika orbit dan pesawat keluar dari orbit tanpa disengaja," ujar Tatang saat menggelar jumpa pers di Gedung KNKT Jakarta, Selasa (18/12/2012).

Di kokpit Sukhoi kala itu ada tiga orang, selain pilot dan co-pilot. Tatang mengungkapkan, saat demonstration flight itu, tiga orang yang duduk di kokpit adalah pilot in command (PIC) yang bertugas sebagai pilot yang mengemudikan pesawat.
Lalu, satu orang sebagai pilot monitoring. "Satu lagi pada tempat duduk observer, duduk seorang wakil calon pembeli," ungkap Tatang.

Menurut Tatang, calon pembeli tersebut bukanlah pilot yang bisa duduk di kokpit. Kendati begitu, kata Tatang, wajar jika ada non-pilot yang merupakan calon pembeli ada di kokpit, terutama saat penerbangan promo. "Ya calon pembeli itu ingin tahu lebih lanjut tentang fitur pesawat yang ada," jelasnya.

Menurut Tatang, ada tiga faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan SSJ-100. Faktor pertama awak pesawat tak menyadari kondisi pegunungan pada jalur yang dilalui.
"Ini mengakibatkan awak mengabaikan peringatan dari terrain avoidance and warning system. Faktor kedua, lemahnya sistem kontrol di Jakarta yang belum dilengkapi data batas tinggi minimum penerbangan," tuturnya.

Sistem kontrol di Jakarta juga belum memiliki sistem peringatan untuk penerbangan di Gunung Salak. Faktor ketiga adalah adanya distraksi yang mengalihkan perhatian pilot. Distraksi itu adalah percakapan berkepanjangan pilot dengan wakil calon pembeli SSJ-100 yang tak terkait penerbangan di kokpit Sukhoi.

"Akibatnya, pilot tidak segera mengubah arah pesawat keluar dari orbit," tandas Tatang.
Mengenai obrolan bisnis itu, Ketua Tim Penyidik KNKT, Mardjono Siswosuwarno mengungkapkan, tim investigasi menemukan fakta bahwa sempat ada diskusi antara pilot dan tamu Sukhoi yang duduk di kokpit.

"Ada diskusi antara tamu dan pilot tentang fuel consumption selama 38 detik," ujar Mardjono. Kemudian, kata dia, sempat ada juga pembicaraan mengenai rencana pesawat berbalik arah ke Bandara Halim Perdanakusumah.

"Sempat ada pertanyaan dari kapten, kita mau pulang apa terus membuat orbit?" tutur Mardjono. Pertanyaan itu diajukan tiga kali. Karena pertanyaan diajukan ketika mengemudikan pesawat, diduga pilot mengambil arah yang tak seharusnya.

"Pilot minta heading 300 ke barat laut, tapi kemudian di sini pilot seperti menyelonong," jelas Mardjono.
Pesawat Sukhoi itu menabrak Gunung Salak pukul 0732;16 UTC atau pukul 14:32:16 WIB berdasarkan waktu yang tercatat di Flight Data Recorder (FDR) pada radial 198 dan 28 Nautical Mile (NM) HLM VOR atau pada koordinat 06 derajat 42'45'S106 derajat 44'05"E dengan ketinggian sekitar 6000 kaki di atas permukaan laut.



- KNKT: Sukhoi Superjet 100 jatuh karena pilot ngobrol
MERDEKA.COM 
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memastikan penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 pada 9 Mei lalu bukan karena kesalahan pilot (human error), melainkan karena faktor manusia (human faktor).

"Karena mengobrol harusnya pilot itu konsentrasi. Para pilot harus diberi pelajaran mengenai hal itu. Kalau direktur bisa ke kokpit tapi ada batasannya," kata Ketua KNKT Tatang Kurniadi saat jumpa pers di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (18/12).

Selain itu, sebelum terbang, pilot pesawat pabrikan Rusia itu tidak mempelajari rute yang akan dilewatinya melalui peta yang telah disediakan.

"Sebelum terbang harusnya pilot baca peta tapi enggak, pesawat jadi keluar jalur. Di radar pesawat itu bukit-bukit enggak kebaca. Ke depannya pilot harus melakukan pemetaan untuk menguasai wilayah dan diberikan sesuatu pemanduan ATC yang lebih detail," katanya.

Pesawat Sukhoi Superjet 100 menabrak dan jatuh di Gunung Salak saat sedang melakukan joyflight. Pesawat saat itu membawa 45 orang penumpang.

Setelah berhari-hari pencarian, pesawat akhirnya dapat ditemukan petugas gabungan dari SAR, TNI, Polri dan masyarakat. Seluruh awak dan penumpang pesawat dinyatakan tewas akibat kecelakaan nahas itu.


- Dubes: Tragedi Sukhoi Pererat Rusia-Indonesia
Liputan6.com, Jakarta
Mikhail Galuzin, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, menegaskan akan tetap berkerja sama dengan Indonesia meskipun kecelakaan Sukhoi Superjet 100 telah menewaskan 45 orang. Bahkan, setelah tragedi itu, hubungan Rusia-Indonesia kian erat.

"Saya berkeyakinan bahwa kemitraan antara pihak Rusia dan pihak Indonesia dalam menanggulangi musibah ini dan melakukan investigasi akan membantu mengembangkan suasana bagi peningkatan selanjutnya secara bertahap kerjasama di bidang pengangkutan, termasuk penerbangan sipil, antara lain di bidang pengadaan pesawat-pesawat sipil Rusia untuk pengangkut-pengakut nasional Indonesia," ujar Mikhail Galuzin di gedung KNKT, jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta pada Selasa (18/12/2012).
Dia mengatakan, pihak Rusia dan Indonesia telah melakukan proses investigasi dengan baik terkait kecelakaan pesawat itu. Ia pun berkeyakinan bahwa investigasi, yang hasilnya telah tercatat dalam laporan itu merupakan hasil investigasi objektif dan seimbang.

"Menurut estimasi para ahli, investigasi diadakan sesuai dengan standar-standar International Civil Aviation Organization (ICAO). Kesimpulan-kesimpulan dan isi laporan, seperti diketahui, telah diterima oleh semua pihak yang terlibat; Rusia, Indonesia, AS, dan Prancis," katanya.

Menurut Mikhail, investigasi itu akan semakin memperat hubungan Indonesia dan Rusia, terutama dalam kerjasama pesawat pengangkut. Laporan itu merupakan hasil dari kerja sama efektif dan konstruktif antara pihak Rusia dan Indonesia, dengan pesertaan wakil-wakil dari Kementerian Industri dan Perdagangan Rusia, korporasi pesawat-pesawat sipil Sukhoi, dengan dukungan dari para ahli Komite Aviasi Antarnegara, disertai perwakilan dari Komite Nasional Transportasi RI, Kementerian Perhubungan Indonesia, tokoh-tokoh masyarakat ilmiah.

"Saya mengenal bahwa kerja ini diadakan dalam suasana saling mendukung dan kemitraan baik, kita bicara baik mengenai penyempurnaan selanjutnya, sistem-sistem keselamatan penerbangan, maupun mengenai diperkokohnya kerjasama, antara lain demi tujuan ini juga, antara otoritas-otoritas penerbangan Rusia dan Indonesia, serta badan-badan dan organisai bersangkutan lainnya," imbuhnya.

Selain hal tersebut, Duta Besar Rusia untuk Indonesia pada kesempatan yang sama menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya untuk keluarga korban, yang tidak hanya berasal dari Indonesia, namun juga berasal dari Rusia, AS, dan Prancis.

"Saya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam berkaitan dengan tewasnya korban yang berada di pesawat Sukhoi Super Jet 100, yang mengalami kecelakaan pada 9 Mei 2012. Saya juga ingin mengucapkan belasungkawa yang tulus dan mendalam kepada semua warga Negara Indonesia, Rusia, AS, dan Prancis, yang telah menghilangkan kerabatnya, sudara-saudara dan teman-teman akibat tragedi ini. Tugas kita bersama, mengenang orang-orang yang tewas, berupaya segala sesuatu agar musibah-musibah serupa tidak berulang lagi," papar Mikhail.(Mut)


- Dubes Rusia: Hasil Investigasi Sukhoi Obyektif
Jakarta (ANTARA)
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Yurievich Galuzin, mengatakan hasil investigasi penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat merupakan laporan obyektif dan seimbang.


"Menurut estimasi para ahli, investigasi diadakan sesuai dengan standar International Civil Aviation Organization (ICAO)," ujar Mikhail Yurievich Galuzin dalam keterangan pers "Hasil Investigasi jatuhnya Sukhoi" di Jakarta, Selasa.

Menurut Mikhail, laporan tersebut merupakan hasil kerjasama efektif dan konstruktif antara pihak Rusia dan Indonesia dengan berbagi pihak seperti ahli dari Komite Aviasi Antarnegara, Kementerian Industri dan Perdagangan Rusia, Kemenhub, KNKT, dan lain-lain.
"Kami mengenal bahwa kerja ini diadakan dalam suasana saling mendukung antara satu sama lain," kata dia.
Ia mengatakan, kesimpulan dan isi laporannya sudah diterima ke semua pihak yang terlibat, seperti Rusia, Indonesia, Amerika Serikat dan Prancis.
Dari hasil investigasi tersebut, lanjutnya, digunakan untuk penyempurnaan selanjutnya sistem-sistem keselamatan penerbangan.

"Disamping itu juga diperkokohnya kerjasama, antara lain demi tujuan antara otorita-otorita penerbangan Rusia dan Indonesia, serta badan dan organisasi yang bersangkutan lainnya," kata dia.
Ia meyakini kemitraan antara Rusia dan Indonesia dalam menanggulangi musibah tersebut untuk mengembangkan serta meningkatkan kerjasama bilateral secara bertahap, khususnya di bidang pengangkutan.
"Termasuk penerbangan sipil, antara lain di bidang pengadaan pesawat sipil Rusia untuk pengangkutan nasional Indonesia," kata dia.

Ia juga menyampaikan rasa belasungkawa sebesar-besar atas kejadian yang menimpa pesawat Sukhoi Superjet (SSJ) 100 yang mengalami kecelakaan pada tanggal 9 Mei 2012 lalu.
"Kami ucapkan rasa duka cita yang mendalam berkaitan dengan tewasnya korban yang berada di pesawat Sukhoi Superjet 100 yang alami kecelakaan pada tanggal 9 Mei 2012," kata dia.
Dalam Insiden kecelakaan tersebut 45 orang tewas yang terdiri dari dua orang pilot, satu navigator, satu flight test engineer dan 41 orang penumpang.

Penumpang tersebut terdiri dari 4 personel dari Sukhoi Civil Aircraft Company (SCAC), satu orang pabrik mesin pesawat (SNECMA), dan 36 tamu undangan, terdiri dari 34 orang warga negara Indonesia, satu warga negara Amerika dan warga negara Prancis.(rr)


- Rusia Juga Umumkan Hasil Investigasi Sukhoi
TEMPO.CO, Jakarta
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan Rusia juga akan mengumumkan hasil investigasi atas kecelakaan Sukhoi Superjet-100 pada hari ini. "Rusia akan umumkan nanti," kata Ketua KNKT, Tatang Kurniadi, dalam konferensi pers di kantornya, Selasa pagi tadi, 18 Desember 2012.
"Semuanya sudah selesai," ujar Ketua Subkomite Udara KNKT, Masruri. Ia mengatakan tanggapan dari Rusia, Prancis, dan Amerika Serikat juga sudah diterima.

Ada tahapan yang harus dilakukan sebelum mengumumkan hasil investigasi itu kepada masyarakat. Setelah investigasi selesai, KNKT melaporkannya kepada Rusia, Eropa, serta Amerika Serikat, selain kepada pemerintah Indonesia.

"Yang pasti, laporan kami sampaikan kepada Rusia karena pesawat itu buatan Rusia," ujar Masruri.
Selain itu, pesawat menggunakan mesin buatan Eropa dan komponen-komponennya dari Amerika Serikat. Oleh karena itu, KNKT akan melaporkan hasil investigasi kepada Eropa dan Amerika Serikat. KNKT akan segera mempublikasikan hasil penyelidikan kecelakaan tersebut setelah menerima tanggapan dari Rusia, Eropa, dan Amerika Serikat.

Sukhoi Superjet-100 adalah pesawat penumpang pertama yang dikembangkan oleh Sukhoi Aircraft, bekerja sama dengan perusahaan penerbangan Amerika Serikat dan Eropa. Di antaranya Boeing, Snecma, Thales, Messier Dowty, Liebherr Aerospace, dan Honeywell.

Pesawat ini termasuk kelas armada rute jarak menengah dengan kapasitas penumpang di bawah 100 orang. Jarak yang mampu diarungi yakni antara 3.048 kilometer hingga 4.578 kilometer, dengan ketinggian 12.200 meter di atas permukaan laut.

Sukhoi Superjet-100 mengalami kecelakaan di Gunung Salak pada Mei silam. Saat hilang, diketahui pesawat ada di titik koordinat 06.43 menit 08 detik Lintang Selatan dan 106.43 menit 15 detik Bujur Timur. Pesawat hilang kontak sekitar pukul 14.33 setelah mengudara selama 30 menit pada Rabu, 9 Mei 2012.


- Detik-detik Jatuhnya Pesawat Sukhoi Terekam Jelas
JAKARTA, KOMPAS.com
Ketua KNKT, Tatang Kurniadi menjelaskan penemuan flight data recorder (FDR) Sukhoi Superjet 100, di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (31/5/2012). FDR Sukhoi ditemukan oleh tim SAR gabungan 20 meter dari ekor pesawat.


 — Hasil investigasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Jawa Barat, pada 9 Mei lalu telah disampaikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kementerian Perhubungan, Selasa (18/12/2012), di Jakarta.
Hasilnya, pesawat tersebut dalam kondisi baik dan tanpa gangguan sistem saat meninggalkan landasan Halim Perdanakusuma.
Bahkan, detik-detik terakhir sebelum pesawat hilang kontak dan kemudian jatuh setelah menabrak tebing di Gunung Salak terekam jelas dalam instrumen yang ada di pesawat tersebut.

Pada 9 Mei 2012 pesawat SSJ 100 dengaan nomor penerbangan RA 36801 yang dioperasikan Sukhoi Civil Aircraft Company melakukan penerbangan promosi dari Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma (Bandara HPK). Penerbangan yang mengalami kecelakaan adalah penerbangan kedua pada hari itu.

Penerbangannya direncanakan menggunakan aturan terbang secara instrumen atau instrument flight rules (IFR) pada ketinggian 10.000 kaki selama 30 menit dengan bahan bakar yang mampu menerbangkan pesawat selama empat jam. Wilayah yang diizinkan untuk penerbangan ini adalah area Bogor.

Aleksandr Yablontsev yang bertindak sebagai pilot memiliki asumsi bahwa penerbangan tersebut telah disetujui untuk terbang ke arah radial 200 HLM VOR sejauh 20 Nm. Pada pukul 14.20 WIB, pesawat tinggal landas dari landasan 06 Bandara HPK, kemudian berbelok ke kanan hingga mengikuti radial 200 HLM VOR, dan terus naik sampai di ketinggian 10.000 kaki.

Empat menit kemudian, pilot melakukan komunikasi dengan Jakarta Approach dan memberikan informasi bahwa pesawat telah berada pada radial 200 HLM dan telah mencapai ketinggian 10.000 kaki.
Dua menit berselang, pilot kembali melakukan komunikasi dan meminta izin untuk turun ke ketinggin 6.000 kaki serta untuk membuat orbit (lintasan melingkar) ke kanan. Izin tersebut diberikan oleh petugas Jakarta Approach.

"Tujuan pilot untuk turun ke 6.000 kaki dan membut orbit adalah agar pesawat tak terlalu tinggi untuk proses pendaratan di Bandara HPK menggunakan landasan 06," kata Ketua KNKT Tatang Kurniadi di gedung Kementeriaan Perhubungan, Jakarta, Selasa (18/12/2012).

Berdasarkan waktu yang tercatat di Flight Data Recorder (FDR), pada pukul 14.32 lewat 26 detik WIB, pesawat menabrak tebing Gunung Salak pada radial 198 dan 28 NM HLM VOR dengan ketinggian 6.000 kaki di atas permukaan laut.

Tatang menjelaskan, 38 detik sebelum benturan, Terrain Awareness Warning System (TAWS) meberikaan peringatan berupa suara: "Terrain ahead, pull up" dan diikuti oleh enam kali "Avoid terrain".
Namun, Pilot in Command (PIC) mematikan TAWS tersebut karena berasumsi bahwa peringatan-peringatan tersebut diakibatkan oleh database yang bermasalah.

"Tujuh detik menjelang tabrakan terdengar peringatan berupa suara "Landing gear not down" yang berasal dari sistem peringatan pesawat," ujar Tatang.
Peringatan "Landing gear not down" aktif apabila pesawat berada di ketinggian kurang dari 800 kaki di atas permukaan tanah dan roda pendaratan belum diturunkan.

Saat kejadian, pesawat berada di sekitar Gunung Salak yang memiliki ketinggian sekitar 2.000 meter dari permukaan laut.

Pada pukul 14.50 WIB petugas Jakarta Approach menyadari bahwa pesawat SSJ 100 telah hilang dari layar radar. Tidak ada bunyi peringatan sebelum lenyapnya titik target pesawat dari layar radar.
Pada 10 Mei 2012 atau sehari kemudian, Basarnar berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Semua awak pesawat dan penumpang meninggal dalam kecelakaan ini serta pesawat dalam kondisi hancur.


Demikianlah suntungan artikel mengenai kronologis jatuhnya Pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang saya buat untuk pelengkap informasi saja

Edit ; wawansurya
http://mitra-sbm.blogspot.com
http://waones-sbm.blogspot.com
www.affiliate-waones.com
Sumber Berita;
Liputan6.com, Jakarta
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
KOMPAS.com
MERDEKA.COM
Jakarta (ANTARA)

merchant 
Search Engine

»»  READ MORE ...